Peristiwa

Desainer Meritokrasi NU Wafat, Menaker: Beliau Teladan Anak Muda NU

K.H. Muhyiddin Aroebesman. Foto NU Online
K.H. Muhyiddin Aroebesman. Foto NU Online

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Desainer Meritokrasi di Organisasi Nahdlatul Ulama (NU), K.H. Muhyiddin Aroebesman (66), meninggal dunia, karena serangan jantung, Senin (10/4/2017) malam.

Tokoh yang akrab disapa BM, singkatan dari Bang Muhyiddin itu, adalah Cucu dari Raja terakhir Ende, Raja Haji Hasan Aroeboesman (1947-1974). Nama kakek BM,  diabadikan menjadi nama Bandara H. Hasan Aroeboesman, Nusa Tenggara Timur. Jenazah BM akan dishalatkan di Masjid An-Nahdlah, PBNU, Jl Kramat Raya 164 Jakarta dan dimakamkan di Pemakaman Tanah Kusir, Jakarta pada Selasa (11/4) pagi.

Semasa hidupnya, BM yang pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) masa khidmat 1980-1985 dan Sekjend PBNU periode 1999-2004 itu, dikenal sebagai pengader handal.

Ketua PBNU, Suadi Pranoto mengungkapkan, BM merupakan sosok yang paling perhatian terhadap teman dan adik-adiknya di PMII. “Beliau konsisten terhadap kaderisasi NU. Punya banyak kontribusi terhadap meritokrasi di tubuh NU,” ujar Suadi, di rumah duka, Selasa (11/4).

Meritokrasi yang dimaksud Suadi, adalah sistem kaderisasi berjenjang yang dilakukan secara struktur maupun kultural di organisasi NU. “Beliau berjasa besar dalam memagangkan adik-adiknya. Bukan hanya motivasi tapi mencarikan tempat berkarya,” imbuhnya.

Hal itu diakui Menteri Tenaga Kerja RI, yang juga Sekretaris Ikatan Alumni PMII, Hanif Dakhiri dan Wakil Ketua Umum PP GP Ansor, Aam Khaerul Amri. Dua tokoh muda nasional itu adalah sedikit contoh dari sistem meritokrasi yang berhasil didesain BM.

“Beliau orang baik, orang hebat, hidupnya diabdikan dalam mengurus organisasi NU,” tandas Hanif.

Kata Hanif, BM, bersama sesepuh PMII lain, telah berjasa melahirkan tokoh-tokoh muda yang berkiprah di berbagai lini, di tingkat lokal maupun nasional. “Beliau adalah salah satu kader NU yang sangat layak diteladani,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Umum PP GP Ansor, Aam Khaerul Amri. “Bagi anak-anak muda NU, BM sangat bersahaja, familier, humanis. Beliau tak suka melihat kadernya susah. Selalu ingin membantu kader-kadernya,” ujarnya.

Siapapun kader NU yang menghadap BM, diterima, diayomi dan diarahkan sesuai kompetensinya. “Beliau selalu berpesan agar kita selalu sungguh-sungguh di bidang apapun. Serius, dalam berorganisasi maupun di bidang akademik. Kadernya juga selalu dididik agar selalu bersikap sederhana dan pantang menyerah,” pungkas Aam. (Malik)

Editor: Achmad Sulaiman

Komentar

To Top