Connect with us

Budaya / Seni

Wanita Perkasa

Published

on

Wanita Perkasa - Sus. S.Hardjono (Ilustrasi). Foto: Dok. Tembi.net

Puisi Sus S. Hardjono
WANITA PERKASA

Tak ada lagi lagu wanita dijajah pria
Tak ada lagu juga pria dijajah wanita

Bebaskan merdekakan
Mereka bukan lagi budak budak belian
Budak budak kebudayaan
Dan budak tradisi

Lihat fajar mereah merekahkan pencerahan
Tak ada lagi keterbelakangan
Kesamaan harkat martabat dan hak kedudukan
Emansipasi telah lahir di bumi ini

Mereka bukan lagi bagian dari tulang rusuk lelaki
Mereka berhak menjadi dirinya sendiri
Dengan tubuh dan pikiran yang merdeka
Dihormat harkat martabat dan kodrat mereka

Bukan untuk diperdagangkan dan objek seks semata
Bukan untuk diperjualbelikan atas nama kekuasaan
Bukan untuk dijajakan atas nama iklan roda perekonomian

Tak harus dibedakan karena kodrat
kodrat dan jamaknya sebagai perempuan
tak ada lagi penjajahan wanita
wanita Indonesia wanita perkasa

bukan lemah dan dilemahkan
tapi mereka ratu dengan wajra
tiara kecerdasan dan kesabaran
mampu menjadi panglima di tengah gendering
percaturan perang dan perjuangan

Sragen , 2017

Sus S. Hardjono lahir 5 Nopember l969 di Sragen. Sejak tahun 1990-an aktif menulis puisi, geguritan, cerpen dan novel. Puisinya tersiar di berbagai media seperti Bernas, Kedaulatan Rakyat, Pelopor Jogya, Merapi, Solo Pos, Joglosemar, Suara Merdeka, Wawasan, Swadesi, Radar Surabayam, Minggu Pagi, Cempaka Minggu Ini, dll.  Selain itu, puisi-puisinya juga termaktub di lebih 50 buku antologi puisi bersama. Novelnya yang sudah terbit “Sekar Jagat” dan sekarang menulis novel keduanya yang berjudul “Pengakuan Mendut” dan novel ketiganya “Surga Yang Hilang”.

Ia pernah bergabung dalam Kelompok Teater Peron FKIP, majalah kampus Motivasi, berbagai komunitas di Sragen, APPS (Aliansi Peduli Perempuan Sukowati), YIS Solo (Yayasan Indonesia Seejahtera), Yayasan Darmakumara Solo (Yayasan Pengembangan dan Pelestarian Kebudayaan Jawa), KPPS, Mansaceria , Teater Gatra. Kini sebagai Pegajar di MAN I Sragen ia juga mengelola majalah pendidikan dan aktif wartawan pendidikan di Kemenang (Kankemenag Sragen dan Kanwil Jateng). Sebagai penyair, ia sering membacakan puisi-puisinya di berbagai acara kesusastraan di Sragen.

Baca Juga:  Puisi Nostalgia Mawar Hitam dan Teroka Cinta

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: redaksi@nusantaranews.co atau selendang14@gmail.com.

Loading...

Terpopuler