Connect with us

Puisi

Elegi Kepergian

Published

on

pucuk-pucuk sunyi, ayat-ayat luka, puisi karya, bj akid, kumpulan puisi, puisi indonesia, nusantaranews

Pucuk-pucuk Sunyi dan Ayat-ayat Luka. (Foto: Istimewa)

Elegi Kepergian

Ada luka dalam hati
Meretas sedih perih
Saat tanggal tunggal pergi
Dari Penginapan yang dirahmati

“lambai bukan untuk dihampiri
Melainkan mengakhiri”

Sedih perih menjadi musim
Aku meringkik
Mencari payung di balik lemari purba
Tuk menangkal gerimis mata ini
Agar tubuh tak basah siang hari
Sampai sempurna pijak raib ditelan matahari

“sedih perih akan ku bingkai dalam hati
Untuk kupersembahkan pada ilahi
Bahwa aku adalah kaki kiai”

 

 

Nur Faizin adalah santri pondok pesantren annuqayah daerah lubangsa. sekarang aktif di komunitas menulis PASRA (KOMPAS). Berdiam di kamar NERESANS blok A-18

 

 

 

Catatan redaksi: Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Terpopuler