Connect with us

Ekonomi

Upah Jateng Terendah Sedunia, KSPI Sebut Jokowi Pura-Pura Tuli

Published

on

Sekjen KSPI Muhamad Rusi (Foto: Romandhon/Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhamad Rusdi mengatakan bahwa upah minimum bagi buruh di Jawa Tengah (Jateng) adalah terendah di Indonesia bahkan paling rendah sedunia. Sehingga dirinya mengaku kecewa terhadap Presiden Joko Widodo yang dianggapnya pura-pura tuli.

“Kenapa kami menolak PP No 78? Karena memang saat ini upah di Indonesia masih sangat rendah. Aple to aple misalkan Jabodetabek atau kota-kota industri, sekarang upahnya kurang lebih 3,3 juta sampai 3,8 juta saja. Di luar daerah industri, di luar Jabodetabek, Batam, dan di luar kota-kota industri di Jawa Timur, upah minimum bahkan masih ada di bawah dua juta, terutama di daerah Jawa Tengah, upah minimumnya terendah sedunia,” ungkap Rusdi, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat (4/2/2018).

Dirinya menjelaskan, upah di Jawa Tengah hanya 50 persen. Dengan kata lain, hanya setengahnya saja bila dibanding dengan upah di Jabodetabek. Padahal upah di Jabotabek saja, lajut Rusdi, bila dibandingkan dengan negara-negara lain tertinggal jauh dan sangat rendah.

“Jabotabek hanya kisaran tiga jutaan. Itu di bawah Cina, Filipina, Bangkok dan negara-negara lain, yang mereka sudah di atas empat juta,” sambungnya.

Bahkan di Singapura yang jaraknya hanya berbeda beberapa kilo dari Batam, lanjut Rusdi, sudah mencapai 40 juta. Begitupun dengan Australia juga sudah 40 juta. Sementara Hongkong dan juga Korea Selatan juga sudah di atas 10 juta.

“Jika ada yang mengatakan upah di Indonesia tinggi itu pembohongan publik. PP 78 itu membatasi kenaikan upah. Upah minimum di Indonesia itu sangat kecil. Baik di daerah-daerah utama industri maupun di daerah-daerah yang jauh dari industri,” tegasnya.

Baca Juga:  DPR Dukung Peningkatan Kerjasama Organisasi Civil Society Indonesia-Turki

Rusdi menjelaskan, buruh yang paling menderita saat ini adalah di Jawa Tengah. “Jawa Tengah itu akan selalu menjadi daerah miskin, karena pendapatan mayoritas buruhnya masih di bawah dua juta. Kita sangat kecewa dengan Pak Jokowi. Karena sampai saat ini Pak Jokowi tuli terhadap apa yang menjadi tuntutan kaum buruh,” terangnya. (*)

Pewarta: Gendon Wibisono
Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler