Politik

Buruh Long March Surabaya-Jakarta dalam Rangka Mendukung Prabowo Sebagai Calon Presiden

2.500 Buruh dan 73 Kelompok Tani demo tuntut Pemerintah Tinjau Pencabutan SK HGU PT. NJL/Foto nusantaranews/Eddy
ILUSTRASI – Buruh atau para pekerja. (Foto: Eddy Santry)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Buruh Indonesia yang dimotori Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melakukan long march Surabaya–Jakarta dalam rangka mendukung Prabowo sebagai calon presiden. Long march mengambil start di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur pada Minggu, 5 Agustus 2018.

Para buruh berharap pada tahun 2019 nanti akan terjadi pergantian presiden secara konstitusional melalui pemilihan umum. Dengan adanya pergantian presiden, buruh berharap ada perubahan kebijakan yang berpihak pada rakyat.

Baca juga: KSPI Putuskan Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019

Dalam long march, para buruh menyuarakan isu yang terkait dengan masyarakat dan buruh. Isu-isu tersebut di antaranya mendesak pemerintah menurunkan harga sembako, listrik dan BBM. Kemudian hapus pemagangan dan outsourcing, tolak TKA Cina unskilled, sehat hak rakyat, semua jenis penyakit harus ditanggung BPJS Kesehatan termasuk katarak, persalinan dan rehabilisatasi medis.

Isu lain menolak upah murah dan cabut PP 78/2015, lindungi ojek online dan akui sepeda motor sebagai angkutan umum serta angkat guru honor dan tenaga honor sebagai PNS.

Baca Juga:  Dukungan Masyarakat Bondowoso Menguat, Gus Fawait: Kemenangan Prabowo di Pilpres di Depan Mata

Menurut Presiden KSPI Said Iqbal, long march ini akan berakhir di Jakarta pada tanggal 10 Agustus 2010.

Baca juga: KSPI Soroti Sistem Kerja Outsourcing dan Magang

“Di Jakarta, para buruh yang melakukan long march akan disambut 20 ribu buruh untuk kemudian bersama-sama mengantarkan Prabowo Subianto mendaftar sebagai Capres di KPU,” kata Said Iqbal, Minggu (5/8).

Pria yang juga menjadi Presiden FSPMI ini menegaskan bahwa keputusan KSPI untuk mendukung Prabowo Subianto merupakan hasil Rakernas KSPI pada akhir April 2018 lalu. Di mana keputusan Rakernas sejalan dengan keputusan Kongres KSPI yang mengamanatkan agar KSPI tidak apolitis dan terlibat dalam proses pemilihan presiden, legislatif, maupun DPD.

Dukungan buruh terhadap Prabowo Subianto dideklarasikan di Istora Senayan pada saat May Day di hadapan puluhan ribu buruh.

Baca juga: KSPI Protes Gaji TKA Asal China di Atas UMR

Pertimbangan memilih Prabowo Subianto ialah karena ketua umum Partai Gerindra tersebut dianggap bersedia menandatangani kontrak politik dan berkomitmen untuk menjalankan Sepuluh Tuntutan Buruh dan Rakyat (Sepultura).

Baca Juga:  Pimda PKN Jawa Timur Segera Launching Website Resmi

Di samping itu, para buruh menilai kebijakan Presiden Joko Widodo selama ini kurang berpihak pada kaum buruh. “Jadi merupakan hal yang wajar jika para buruh pada 2019 nanti menghendaki pergantian pesiden secara konstitusional,” ujar Said Iqbal. (bas/aky)

Editor: Banyu Asqalani

Related Posts

1 of 3,061