Connect with us

Ekonomi

Tutup Tahun 2019, JAPFA Capai Nilai Ekspor Lebih dari 500 Miliar

Published

on

Tutup tahun 2019, JAPFA menapai nilai ekspor lebih dari Rp 500 miliar.

Menteri Pertanian RI dalam Pelepasan Ekspor JAPFA ke RDTL. (Foto: Klaudia Mere)

NUSANTARANEWS.CO, Sidoarjo – Tutup tahun 2019, JAPFA menapai nilai ekspor lebih dari Rp 500 miliar.

Konsisten dukung program pemerintah guna tercapainya target ekspor nasional, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) buktikan dengan capai nilai ekspor lebih dari Rp 500 Miliar sepanjang tahun 2019 ini. Sebagai perusahaan agribisnis nasional, berbagai produk JAPFA sudah diterima di pasar mancanegara, mulai dari produk perunggasan hingga produk budidaya ikan air tawar/aquaculture. Pencapaian tersebut ditutup JAPFA dengan kirimkan kembali produk perunggasan ke Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dengan disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo.

Harwanto, Deputy COO Poultry Division JAPFA menjelaskan, kerjasama antara JAPFA dan RDTL sudah terjalin sejak pertengahan tahun 2019, dan dalam kesempatan ini produk yang dikirimkan berupa karkas dan produk ayam olahan, bermerk dagang Best Chicken dan Tora Duo. Dengan dikirimkannya kembali produk-produk JAPFA ke RDTL, artinya produk JAPFA dapat bersaing dan diterima baik di pasar RDTL.

Syahrul Yasin Limpo, Mentri Pertanian Republik Indonesiamenyatakan dirinya telah bersama JAPFA sejak lama, mengamati bagaimana JAPFA terus berkembang dan membantu pemerintah dalam mendorong akselerasi perekonomian Indonesia.

“Hari ini menjadi bukti bahwa JAPFA melalui upayanya dan pencapaiannya yang luar biasa ini mampu menjadi kebanggaan bangsa, kebanggaan Sidoarjo, kebanggaan masyarakat Indonesia yang harus kita dukung untuk dapat terus lebih baik di masa mendatang,” katanya.

Dalam proses pelaksanaan ekspor, tentunya JAPFA telah memenuhi persyaratan standar kelayakan ekspor internasional seperti memiliki sertifikat kompartemen bebas Avian Influenza (AI), sertifikat NKV, sertifikat produk halal, dan Food Safety System Certification (FSSC) 22000. Dalam kegiatan produksinya, JAPFA selalu mengedepankan kualitas mutu produk untuk dapat bersaing di pasar internasional, namun dengan tetap mempertimbangkan harga yang dapat dijangkau oleh semua kalangan.

Baca Juga:  Setahun Memimpin, Kinerja Khofifah-Emil Dinilai Kurang Maksimal

“Pelepasan ekspor ini tentunya tidak lepas dari kepercayaan pemerintah kepada JAPFA untuk terus berkomitmen dalam membuka peluang di pasar global dan memenuhi permintaan mancanegara yang kian bertambah. Pengembangan produk peternakan sudah seyogyanya dibangun melalui kerjasama semua pihak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan pasar global,” ujar Harwanto.

Sampai dengan tahun 2019, JAPFA telah lakukan ekspor ke 20 negara, yang mencakup benua Amerika, Afrika, Asia, dan Eropa. Dibandingkan tahun 2018, JAPFA mengalami pertumbuhan ekspor sebesar 53%. Upaya promosi dengan mengikuti berbagai macam expo internasional, seperti di Malaysia, Qatar, dan China juga kerap dilakukan JAPFA untuk mendukung hal tersebut.

“Kami optimis bahwa kami siap dan mampu untuk melebarkan sayap ke pasar internasional, dan akan terus melakukan upaya peningkatan mutu dan layanan kami untuk membuka peluang yang lebih luas lagi di pasar global,” tutup Harwanto. (klau/mere)

Editor: Ach Sulaiman

Loading...

Terpopuler