Connect with us

Rubrika

Pakar Multimedia: Ada Kejanggalan Pada Iklan Terselubung di Garuda Indonesia Safety Video

Published

on

Pakar Multimedia sebut ada kejanggalan pada iklan terselubung di Garuda Indonesia Safety Video.

Garuda Indonesia Safety Video. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pakar Multimedia sebut ada kejanggalan pada iklan terselubung di Garuda Indonesia Safety Video.

Pakar multimedia, Roy Suryo meminta Menteri Perhubungan (Menhub) dan Menteri BUMN tertibkan iklan terselubung di Garuda Indonesia Safety Video

“Selaku pelanggan maskapai penerbangan kebanggaan bangsa, Garuda Indonesia, sebenarnya saya sudah merasa risih dan menduga ada sesuatu di balik pembuatan Garuda Indonesia Safety Video yang baru, edisi Juli 2019 lalu,” kata Roy melalui keterangannya di Jakarta, Senin (9/12/2019).

Bagaimana tidak, kata Roy, dari total video berdurasi 04 menit 30 detik tersebut dirinya merasa terasa ada kejanggalan.

“Meski secara obyektif saya mengapresiasi kreatifitas untuk menampilkan beberapa destinasi wisata di Indonesia (Gunung Bromo, Jatiluwih, Tana Toraja, Sumba dan Raja Ampat), namun sangat terasa ada iklan terselubung 2 mobil dan 1 motor di dalamnya,” ungkapnya.

Dia menuturkan hal itu sangat tampak mulai Detik ke 42 hingga menit ke 1 lebih 50 detik, atau selama 1 menit lebih ditampilkan mobil Mini Cooper tipe Clubman yang digunakan sebagai peraga Sabuk Pengaman yang terasa sebenarnya agak dipaksakan.

Sesudah itu, lanjutnya, tampil juga motor BMW dan mobil Renault Twizy di adegan-adegan berikutnya yang sebenarnya tidak ada hubungan sama sekali dengan Flight Safety Demo.

“Belakangan kita mengetahui semua bahwa di balik iklan terselubung ini ada keterkaitannya antara salah satu dari 22 penumpang Pesawat Airbus A330-900 neo yang bermasalah kemarin,” terang Roy.

Oleh karenanya, kata dia, sekalian sedang dilakukan bersih-bersih di manajemen Garuda Indonesia, dirinya menyarankan kepada Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN, Erick Thohir untuk juga menertibkan video tersebut.

Baca Juga:  Mobilisasi ASN untuk Berpolitik Praktis Dinilai Merusak Wibawa Pemilu Era Reformasi

“Dan kalau perlu menggantinya karena ada iklan terselubung dimaksud,” pinta Roy. (eda)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler