Connect with us

Mancanegara

Trump Tambah Kekuatan Militer ke Karibia, Maduro Mobilisasi Artileri

Published

on

Trump Tambah Kekuatan Militer ke Karibia, Maduro Mobilisasi Artileri

Trump tambah kekuatan militer ke Karibia, Maduro mobilisasi artileri./Foto: Business insider

NUSANTARANEWS.CO – Trump tambah kekuatan militer ke Karibia, Maduro mobilisasi artileri. Amerika Serikat (AS) mulai meningkatkan tekanan kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan tuduhan narco-terorisme, perdagangan narkoba, pencucian uang dan korupsi – menyusul dakwaan Jaksa Agung AS William Barr terhadap Maduro dan lima pejabat senior dalam pemerintahannya, termasuk menteri pertahanan Venezuela dan ketua pengadilan agung.

Department of Justice (DOJ) Amerika telah menawarkan hadiah untuk informasi keterlibatan para pejabat Venezuela, termasuk US$ 15 juta terkait Maduro.

Bukan itu saja, Presiden trump juga telah mengerahkan tambahan armada kapal perangnya, jet tempur, pesawat pengintai dan helikopter, guna menggandakan pengawasan di kawasan itu.

Trump juga menambahkan bahwa AS telah bekerja sama dengan 22 negara mitra yang memungkinkan Komando Selatan AS untuk memberikan dukungan tambahan sebagai upaya pemberantasan di kawasan Karibia.

Presiden Maduro dalam sebuah pidato beberapa waktu lalu menolak dengan tegas semua tuduhan AS yang tidak berdasar bukti apapun. Pada hari Sabtu, Maduro telah memerintahkan mobilisasi artileri di seluruh daerah-daerah strategis negara itu untuk melindungi keamanan rakyat Venezuela sebagai reaksi atas peningkatan pengerahan kekuatan militer AS di kawasan.

Maduro juga mengumumkan bahwa mobilisasi artileri tersebut sebagai bagian dari latihan “Perisai Bolivarian 2020” yang sedang berlangsung sejak pertengahan Februari lalu, dan sekaligus mengutuk AS karena terus menekan ekonomi Venezuela dengan sanksi, serta menghalangi Caracas  memperoleh obat-obatan dan peralatan medis dalam upaya menghadapi wabah koronavirus, yang telah merenggut nyawa sedikitnya tiga orang warga Venezuela.

Maduro juga mengecam AS dan Kolumbia bahwa, “Jika suatu hari kaum imperialis dan oligarki Kolombia berani menyentuh sehelai rambut elit Venezuela, mereka akan menghadapi kemarahan Bolivarian dari seluruh negara yang akan memusnahkan mereka semua.”

Baca Juga:  Polda Jatim Bongkar Praktik Aborsi di Surabaya dan Sidoarjo

Sementara itu, Kepala Staf Gabungan Mark Milley dalam sebuah pernyataan kepada wartawan awal pekan mengatakan bahwa intelijen militer AS telah berhasil mendapatkan data terkait kartel narkoba yang mencoba mengambil keuntungan dengan menyusup ke perdangangan obat-obatan pandemi Covid-19.

Ketegangan AS dan Venezuela semakin buruk setelah Washington mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden negara Amerika Latin yang melakukan “kudeta gagal” pasca pemilu yang berlangsung demokratis pada 2018 yang memilih kembali Maduro sebagai presiden yang sah.

Sejumlah negara-negara Barat mendukung presiden gadungan dan boneka AS Guaido. Namun, Rusia, Cina, Kuba, Iran, dan mayoritas negara dunia tetap mengakui Maduro sebagai satu-satunya presiden sah Venezuela. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler