Syarat Pemindahan Ibu Kota Amat Berat, Ini Kata DPR

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pemerintah nampaknya serius ingin memindah Ibu Kota negara dari Jakarta.

Menurut Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari, Jika pemerintah serius untuk memindah Ibu Kota, maka pemerintah harus melakukan langkah-langkah taktis dan strategis agar mendapat dukungan dari masyarakat.

“Sosialisasi di setiap tahapan, agar dukungan politik dan publik bisa kuat shg proyek itu milik bersama, walau harus hati-hati dan taktis,” hemat Eva, Senin (10/7/2017).

Menurut Eva, pemerintah harus menentukan road map yang jelas, agar proyek pemindahan ibu kota ini tidak hanya di manfaatkan oleh pengembang semata melainkan dapat di kontrol oleh pemerintah.

“Kita tidak ingin ibukota menjadi kota pengembang seperti kota baru didesain pengembang kan?” ujar Eva.

Menurut dia, pemindahan ibu kota merupakan salah satu cara untuk mengatasi kesenjangan ekonomi dan pembangunan yang ada di Indonesia.

“Salah satu solusi yang struktural, tapi untuk menghapus kesenjangan perlu digenapi dengan program-program lain, multi dimensial approach dalam politik pembangunan,” ungkap politisi partai PDIP itu.

Ia melanjutkan Indonesia adalah negara kepulauan, butuh waktu dan tahapan yang harus dilalui dalam merealisasi wacana pemindahan ibu kota tersebut.

“Kita belajar dari sukses proyek yang sama di Canberra, Brassil, New york dll walau mereka pindah di daratan yang sama, kita ke lain pulau karena memang Indonesia archipelago,” pungkasnya

Sebagai Informasi Bappenas sedang melakukan kajian tentang wacana pemindahan Ibu Kota negara Indonesia. Dua hal yang yang sedang dibahas yaitu, total pembiayaan dan skema pembiayaan rencana pemindahan Ibu Kota.

Pewarta: Ucok Al Ayubbi
Editor: Achmad Sulaiman