Susi Pudjiastuti: Laut Masa Depan Bangsa, Tak Boleh Dihancurkan

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mennegaskan, potensi perikanan Indonesia harus dimanfaatkan dengan optimal untuk meningkatkan pemerataan taraf ekonomi bagi hidup masyarakat. Namun Susi mengingatkan, dalam pemanfaatannya harus tetap memperhatikan kondisi laut.

“Sesuai visi misi Presiden Jokowi (Joko Widodo), laut masa depan bangsa. Kalau laut masa depan bangsa tidak boleh dirusak, tidak boleh dibom, tidak boleh digaruk pakai trawl (jaring tarik) dan tidak boleh dihancurkan. Harus dijaga,” ujar Menteri Susi di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (19/1/2017).

Menurut Susi, semua yang tergolong kekayaan Indonesia harus dipelihara dan dijaga dengan baik. Termasuk, pulau terluar yang berada di perbatasan dengan negara lain.

“Kenapa penting? Ya, karena berseberangan dengan dunia luar atau negara lain. Jangan sampai hilang. Selain itu untuk menjaga para pencuri ikan, mereka ini harus kita hadapi supaya tidak ambil punya kita,” kata Susi.

Maka dari itu, Susi menuturkan, para pembudidaya, nelayan dan semua pelaku perikanan harus semakin cerdas dalam mengelola dan memanfaatkan kekayaan laut Indonesia. Susi mengharapkan agar tidak ada pelaku usaha perikanan Indonesia yang hanya mengandalkan tenaga asing terus.

“Orang Bitung lebih suka pakai orang Filipina, karena lebih pintar. Sebab, mereka sudah familiar dengan tuna. Tapi Kita harus stop untuk asing, jangan ada impor nelayan. Kalau pakai asing, kapan pintarnya. Supaya kita bisa olah sendiri, mancing sendiri,” tutur dia. (Richard)