Pusat Perbelanjaan di Jakarta sepi pengunjung/Foto Istimewa/Nusantaranews
Pusat Perbelanjaan di Jakarta sepi pengunjung/Foto Istimewa/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Dua gerai milik PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) di Pasaraya Manggarai dan Pasaraya Blok M yang kini tutup tampaknya menjadi sinyal bagaimana perekonomian saat ini tengah lesu. Sepinya pengunjung di berbagai pusat perbelanjaan di Jakarta menunjukkan daya beli masyarakat menurun.

Sebelumnya pusat perbelanjaan di pasar Glodok dan Tanah Abang lebih dulu gulung tikar. Dan baru-baru ini kondisi memprihatikan juga menimpa pusat perbelanjaan WTC Mangga Dua, Jakarta Utara dan Mangga Dua Mall, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Banyak toko-toko yang telah tutup di sana, jumlahnya mencapai puluhan. Kondisi ini bukan karena para si pemilik toko libur atau belum buka, melainkan karena mereka terpaksa berhenti berjualan lantaran sepi pengunjung.

“Ini memang kondisinya sepi begini, semua toko sudah banyak yang tutup sejak lama,” ungkap salah seorang petugas keamanan di lolasi dikutip dari detik.

Padahal, biasanya waktu akhir pekan menjadi momen bagi pusat perbelanjaan untuk menjaring lebih banyak pengunjung dan pelanggan. Tapi tak demikian di WTC Mangga Dua, pengujung yang datang juga sepi di akhir pekan.

Sementara itu para pedagang di Mangga Dua Mall, Sawah Besar, Jakarta Pusat juga mengaku banyak yang mengeluh.

Dikutip dari Kompas Online 16 September 2017, para pedagang mengeluhkan sepinya para pengunjung tersebut. “Ya begitu memang lagi sepi,” ujar Rudy, pedagang elektronik. Dirinya menjelaskan bahwa sepinya pengunjung terjadi sejak 3-4 bulan terakhir.

Kondisi sepi pengunjung Mangga Dua Mall juga dirasakan Parman. Ia merupakan pedagang alat musik di lantai santai mall yang dulu jadi salah satu ‘surga’ elektronik di Jakarta Pusat.

Rudy dan Parman mengaku tidak begitu tahu penyebab sepinya pengunjung Mangga Dua Mall.

Sebagaimana informasi saat ini Indonesia tengah mengalami anomali ekonomi. Dimana sektor makro tak berbanding lurus dengan keadaan riil di sektor mikro. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa perekonomian tengah benar-benar lesu.

Pewarta/Editor: Romandhon

Komentar