Connect with us

Budaya / Seni

Senyum Pagi, Seyum Senja, dan Rahasia Cinta – Puisi Buday AD

Published

on

Without Love There is no Happiness by Diana Benedetti. (FOTO: Saatchi Art)

Without Love There is no Happiness by Diana Benedetti. (FOTO: Saatchi Art)

Rahasia Cinta

/I/
Subuh sudah usang di kumandang
Ayam-ayam berdendang
Menanda pagi sudah menjelang
Tatkala matahari terbit menuju terang.

Semua kuukir dalam cinta menjadi terang
Pada gadis menepi di tepi hati
Memendam di hari-hari berputar
Hingga malam menjadi tempat untuk membayang
Pada cinta yang menjulang.

Bukan selayaknya aku menatap
Dibeberapa tubuhmu yang sedap
Namun mata tak bisa berpaling
Ketika keindahan menjadi penting.

/II/
‘pabila semua menjadi sempurna
Memberikan kasih sayang yang tiada tara
Akan kubawa keliling dunia
Tanpa ada orang ketiga di antara kita
Namun semua menjadi angan-angan semata
Karena kamu lebih dulu menikah.

Kini aku melantunkan syair-syair cinta
Dalam irama sendu dan tatapan layu
Atau aku lebih memilih merahasiakan cinta
Ketimbang tertolak pertama.

Annuqayah, 2019

Senyum Pagi

1
Waktu-waktu kian berganti
Menjemput senyum dipagi hari
Seusai subuh menancapkan cahaya
Di antara kenikmatan cinta.
Dari mawar yang terlempar mengenai ruangan
Tak sia-sia hasil kudapatkan.

2
Engkau bilang
“tersenyum adalah cara ampuh menahan luka
Dari masalah yang melanda,
Dan bahkan datangnya tak terduga”
Sungguh benar!
Meski hutang melambung tinggi
Aku berhasil melupai
Walau sesaat akan kembali lagi.

Lubangsa Selatan, 2019

Senyum Senja

Setelah lama usai dari perihal luka
Mungkin ingatan tak semudah menatap senja
Menyisakan buih-buih trauma
Di antara celah-celah asmara.

Mungkin besok adalah hari yang redah
Dari peristiwa yang ku baca
Menaburkan rasa disejuta nama-nama
Yang ku idamkam dari kelopak mata.

Melihat, menjelajah wajah di cahaya dan gaya
Terhatur senyuman senja
Meskipun sekilas
Namun ku simpan dalam-dalam
Sampai rindu tak menjedah digelapnya malam
Hingga cinta terbayang bersama pelaminan.

Baca Juga:  Dugaan Skandal 3 Proyek Kapal Tanker Pertamina, CBA: KPK Jangan Diam Saja

Takkan lagi bunga gugur di senja hari
Manakala kau tak pergi
Membuat hati berbunga-bunga
Dari sebelumnya sakit hati.

Lubsel, 2019

*Nama pena dari Budi Yanto Lahir di Pulau Tonduk Ra’as Alumni Mts Nurul Jadid sekarang tinggal di PP.Annuqayah Lubangsa Selatan (Padepokan C03R), bergiat di Sanggar Basmalah, Mangsen Puisi, Lesehan Sastra Annuqayah (LSA), dan kuliah di INSTIKA ,puisi-puisinya nangkring di Koran Madura (Pendidikan) Malang Post, Rakyat Sumbar serta puisinya terantologi di Luapan Emosi (Kosana Publisher 2019), Rahasia Rasa (Kosana Publisher 2019).

Loading...

Terpopuler