Kampus Ijo Tercinta – Puisi Rini Siswandari

Ikhlas Bagai Bungi, Bahagia Hanya Setelapak. (Lukisan: "Childe Hassam Garden"/ artcyclopedia.com)
Ikhlas Bagai Bungi, Bahagia Hanya Setelapak. (Lukisan: “Childe Hassam Garden”/ artcyclopedia.com)

KAMPUS IJO TERCINTA

Saat menatap hijaunya kampus
Gairah menuntut ilmu terasa membara
Semangat tak pernah padam
Menyemangati diri meningkatkan kualitas
Dari mutiara kampus hijauku

Purwokerto, 2019

MERINDUKAN HADIRMU

Ketika lelap terserak pada malam tanpa suara
Kucari hadirmu
Lepas fajar hingga petang
Tersendat gelap tanpa cahaya
Sementara waktu menyimpan harapan
Adakah yang menunggu rindu ?

Purwokerto, 2019

MENDUNG TAK BERARTI HUJAN

Mendung tak berarti hujan
Seperti awan hitam yang
Tak kunjung menghempaskan
Tetes airnya kebumi
Layaknya kesedihan yang
Tak selamanya harus
Meneteskan air mata

Purwokerto , 2019

NOSTALGIA

Senja telah berakhir ketika gelap perlahan menyapa
Kulanjutkan langkah yang terhadang nostalgia
Hingga bayangmu menjelma pesona
Dan mulutku celoteh tentang rindu
Sampai peluk yang dahulu tulus
Hilangkan segala sesak
Senyummu merambat bilik jantungku
Aku terkapar dicelah rindu

Purwokerto, 2019

ANGIN FEBRUARI

Wahai angin sore yang berhembus lembut
Bawa aku kedalam mimpinya
Teringin kusampaikan rindu
Agar aku bisa bertemu dengannya
Lalu mendekapnya
Dan kubisikan tentang perasaanku

Hingga suatu saat
Bangunkan aku dengan
Dingin hembusanmu
Agar tak larut dalam mimpiku
Sebab Dia sepertimu
Selalu ada tapi tak pernah bisa ku genggam

Purwokerto, 2019