Connect with us

Mancanegara

Lagi, AS Bekerjasama Dengan ISIS Siapkan Serangan Senjata Kimia Palsu di Suriah

Published

on

 

Lagi, AS Bekerjasama Dengan ISIS Siapkan Serangan Senjata Kimia Palsu di Suriah

White Helmets sedang melakukan pengambilan gambar

NUSANTARANEWS.CO, Suriah – Senjata kimia. Lagi, Amerika Serikat (AS) bekerjasama dengan ISIS siapkan serangan senjata kimia palsu di Suriah. Kepala Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah Ahmad Kazem mengatakan bahwa intelijen AS bekerjasama dengan ISIS sedang mempersiapkan serangan senjata kimia dekat Al-Tanf, Suriah, yang bertujuan untuk membenturkan Damaskus dan Suku Kurdi.

Dalam beberapa hari terakhir memang situasi agak mencekam setelah bocornya rencana jahat operasi pasukan AS bekerjasama dengan ISIS yang akan “mementaskan” serangan kimia tersebut. Operasi serangan palsu tersebut telah dikonfirmasi oleh intelijen Suriah dan militer Rusia.

Seperti diketahui, Washington telah menyediakan anggaran US$ 6,6 juta untuk mendanai White Helmets (Helm Putih) yakni sebuah kelompok “kemanusiaan” kontroversial yang selalu terlibat dalam serangan senjata kimia palsu. Dengan kata lain, Helm Putih bertanggung jawab atas pementasan “bendera palsu” serangan senjata kimia – seperti baru-baru ini di Ghouta Timur yang menjadi alasan AS dan sekutunya menyerang Suriah.

Serangan yang sama di Ghouta Timur itu telah diprediksi beberapa minggu sebelumnya oleh militer Rusia dan pemerintah Suriah, yang memperingatkan sekali lagi bahwa kejadian serupa kemungkinan akan terjadi dalam beberapa minggu mendatang.

Indikasi tersebut diperkuat setelah ribuan truk yang mengangkut senjata dan amunisi terus memasuki basis militer AS di Suriah dan pengerahan Kelompok Pemburu Harry S. Truman (HSTCSG) ke pantai Suriah. Sementara Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, menyatakan AS tidak menutup kemungkinan menyerang Suriah bila menggunakan senjata kimia lagi.

Indikasi di atas, terutama pendanaan baru bagi kelompok Helm Putih, semakin memperjelas rencana jahat AS yang kesekian kali tersebut.

Baca Juga:  Ingat, Begadang Bisa Menyebabkan Penyakit Alzheimer

Seperti dilansir sputnik, “Saat ini (di Al-Tanf) persiapan provokasi yang identik dengan yang terjadi di Douma sedang dibuat intelijen khusus AS berkoordinasi dengan ISIL di wilayah tersebut. “Kurdi, termasuk wanita dan anak-anak, sedang dipersiapkan untuk operasi bendera palsu tersebut,” tambahnya.

Pada hari Senin, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan bahwa kementerian telah menerima informasi dari berbagai sumber bahwa militan dan pasukan operasi khusus AS sedang mempersiapkan serangan bendera palsu yang melibatkan penggunaan zat beracun di provinsi Deir ez-Zur di Suriah Timur.(Banyu)

Loading...

Terpopuler