Bakr Binladin, Direktur Binladin Grup, saudara tiri Osama bin Laden. Foto: @Bin Laden Grup
Bakr Binladin, Direktur Binladin Grup, saudara tiri Osama bin Laden. Foto: @Bin Laden Grup

NUSANTARANEWS.CO – Di antara mereka yang ditangkap dalam penangkapan yang belum pernah terjadi sebelumnya di lingkungan pejabat senior Kerajaan Arab Saudi adalah keturunan salah satu keluarga Arab Saudi yang paling dikenal yakni Bakr Binladin. Ia adalah kepala kontraktor unggulan kerjaaan, dan saudara tiri Osama bin Laden.

Penangkapan Bakr Binladin adalah sebuah peristiwa besar dari berakhirnya persekutuan yang telah berlangsung puluhan tahun antara keluarga Al Saud dan Binladen yang berkuasa di Grup Binladin Saudi.

Grup Binladen Saudi merupakan perusahaan utama kerajaan dalam mengamankan monopoli proyek perluasan di dua situs suci Islam, Mekah dan Madinah sepanjang masa pemerintahan berturut-turut Raja Saudi.

Pemerintah mengkonfirmasi bahwa mereka telah menahan sedikitnya 201 orang dalam agenda bersih-bersih pejabat tinggi Kerajaan Arab Saudi dengan menggunakan isu anti-korupsi. Kerajaan mengklaim mereka menemukan setidaknya 100 miliar dolar kasus korupsi dan penggelapan.

Kritikus dan pakar Saudi telah menyebut penangkapan tersebut sebagai langkah berani dan berisiko oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang bertujuan untuk mengkonsolidasikan kekuasaan karena dia menyingkirkan saingan potensial, membungkam kritik dan membongkar aliansi yang dibangun dengan cabang keluarga kerajaan lainnya.

Putra mahkota berusia 32 tahun, yang merupakan putra Raja Salman dan dikenal dengan inisial MBS, memimpin penyelidikan anti-korupsi. Dia merupakan kekuatan di balik rencana Vision 2030 Arab Saudi, sebuah blue print untuk merestrukturisasi perekonomian negara dan mengurangi ketergantungannya pada pendapatan minyak.

Vision 2030 Arab Saudi ini pada gilirannya harus dibayar mahal dengan cara mengorbakan dan menyingkirkan aliansi lama di lingkungan kerajaan yang sarat dengan persaingan kekuasaan.

Kepala Divisi Timur Tengah dan Afrika Utara dari Grup Eurasia menilai, bersih-bersih pejabat senior kerajaan ini diklaim sebagai awal kebangkitan nasionalisme ekonomi Arab Saudi. Di mana inti dari Vision 2030 adalah NEOM, sebuah proyek senilai 500 miliar dolar yang menjanjikan kota paling futuristik dan berteknologi maju di dunia, yang telah diresmikan oleh putra mahkota pada konferensi investasi global utama di Arab Saudi bulan lalu.

Penangkapan Bakr Binladen ini terbilang cukup mengejutkan. Pasalnya, sejak tahun 1950-an, Binladin telah menjadi kontraktor keluarga kerajaan untuk beberapa proyeknya yang paling sensitif, termasuk pembangunan istana pribadi dalam tahun-tahun terakhir setelah minyak ditemukan di Arab Saudi. Ketika keluarga kerajaan menghabiskan banyak waktu untuk bepergian ke luar negeri dan istana baru di rumah, Binladin menjadi kreditur mereka, juga kontraktor.

Terpercaya dan bijaksana, Grup Binladin terus membangun proyek pertahanan rahasia di kerajaan Saudi, juga gedung pencakar langit, universitas, rumah sakit militer, bandara, distrik keuangan dan banyak lagi.

Steve Coll, penulis ‘The Bin Ladens: An Arabian Family in the American Century menyebutkan, reputasi Binladin yang telah sekian lama menjadi kontraktor utama pembangunan Arab Saudi dinilai tak akan tergantikan oleh siapapun. Sehingga, kendati Bakr Binladin ditangkap, perusahaan ini akan menjadi penting bagi keberlangsungan bisnis kerajaan.

Dalam pergolakan politik dan perubahan kerajaan, Binladin bahkan tak pernah tergoyahkan. Ia selalu mampu menyesuaikan diri dengan keinginan para raja dan pangeran, yang kemudian disebut-sebut sebagai kunci kesuksesannya selama berpuluh-puluh tahun.

Tak hanya itu, bukti lain adalah Binladin berhasil melewati pukulan terhadap nama keluarga dan reputasinya setelah serangan 9/11 di New York yang konon didalangi oleh Osama bin Laden, putra dari keluarga Mohammed Binladin. Binladin bahkan ditekan AS untuk ikut serta mengecam Osama bin Laden, dan bersedia bekerja sama. Ini merupakan salah satu upaya Binladin untuk tetap menjaga perusahaan di mata internasional, terutama Amerika.

Upaya menjauhkan keterlibatan Osama bin Laden dari Binladin sebetulnya memang sudah berlangsung sejak 1990-an. Di bawah tekanan pemerintahan Saudi dan Amerika Serikat, Bakr Binladin bekerja keras menyingkirkan Osama bin Laden dari kepemilikan saham di perusahaan keluarga, Binladin. Usaha ini akhirnya berhasil, sampai akhirnya Osama bin Laden melakukan perlawanan dengan mendirikan Al-Qaeda yang dituduh sebagai kelompok teroris, bahkan oleh seluruh masyarakat dunia sampai hari ini. (red)

Editor: Eriec Dieda/NusantaraNews
Sumber: Associated Press/Daily Mail

Komentar