Connect with us

Politik

Rocky Gerung: Saya Sebut Reuni 212 Itu Reuni Akal Sehat

Published

on

habib rizieq sihab, rizieqisme, gerakan 212, imam khomeini, tokoh besar islam, politik keumatan, perjuangan islam, perjuangan keadilan sosial, umat islam indonesia

Gerakan 212 umat Islam Indonesia. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pengamat politik Rocky Gerung mengatakan acara reuni 212 di Monas yang melibatkan jutaan masyarakat beberapa waktu lalu merupakan ajang berkumpulnya orang-orang yang masih sehat akalnya.

“Saya sebut 212 itu lepas dari segala interpretasi. Itu adalah satu reuni akal sehat. Kalau bukan karena akal sehat, itu ada saja orang Islam yang kasih komando itu, selesai itu Istana di depan itu, berantakan itu Jakarta. Jadi, ada kepemimpinan intelektual di situ,” ujar Rocky saat menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club yang disiarkan TV One, Selasa (4/12) malam.

Ketertiban, kata dia, ada orang percaya bahwa ide bisa menghasilkan perubahan. “Ide itu diperlihatkan oleh jumlah. Ide yang menjadi jumlah, dia berubah dari kuantitas menjadi kualitas. Yang kita lihat adalah kualitas dari peristiwa itu,” sebutnya.

Baca juga: Pengamat: Ada Aroma Politik di Balik Aksi Reuni 212

Baca juga: Pengamat: Massa Reuni 212 Anti Tesis dari Jokowi

Rocky heran masih ada orang yang ribut soal jumlah peserta reuni 212 di Monas kemarin. “Lucunya adalah orang berhitung tentang jumlah, itu ribut, ada yang biang 200.000, 3 juta, segala macam itu. Jadi ngapain bicara tentang jumlah kalau dia itu sudah menjadi kualitas. Akan diingat sebagai kualitas,” paparnya.

Kualitas dimaksud Rocky ialah protes terhadap ketidakadilan. “Soal agama di situ dengan sendirinya, karena ada agama di situ. Sama dengan kita bilang, ya kalau sudah satu reuni ya tidak perlu reuni, kan sudah selesai, buat apa? Ya kalau begitu jangan rayakan 17 Agustus itu, Belanda kan sudah pergi. Ngapain kita merdeka lagi. Coba otaknya dibikin waras lagi gitu untuk melihat hal itu,” ucap Rocky.

Baca juga: Emrus Corner: Pelaksanaan Reuni 212 Patut Jadi Role Model

Baca juga: Pelaksanaan Reuni 212 Dinilai Layak Dijadikan Subyek Penelitian

Tak sampai di situ, dia juga menyebut reuni 212 tentu ada muatan politiknya. Dan dia tidak perlu ada kecemasan.

“Kalau disebut politis, ya dengan sendirinya politis. Jokowi saja tidak hadir itu politis. Tapi ini kan ada Prabowo segala macam, ya orangnya diundang itu. Jadi apa yang disebut dengan politis itu sama dengan kita membuat definisi, politis artinya kalau ada ucapan retorika politik. Kalau diam-diam tidak disebut politis, kalau ramai-ramai disebut politis. Presiden Jokowi itu diam-diam bagi-bagi sertifitkat itu juga politis,” jelas Rocky lagi.

Pewarta: Novi Hildani
Editor: Banyu Asqalani

Advertisement

Terpopuler