Connect with us

Politik

Pengamat: Massa Reuni 212 Anti Tesis dari Jokowi

Published

on

habib rizieq sihab, rizieqisme, gerakan 212, imam khomeini, tokoh besar islam, politik keumatan, perjuangan islam, perjuangan keadilan sosial, umat islam indonesia

Gerakan 212 umat Islam Indonesia. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai secara logika tak mungkin massa Reuni 212 memilih Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang.

“Sulit secara logika sehat massa reuni 212 memilih Jokowi,” katanya, Jakarta, Selasa (4/12).

Menurutnya, kesan pemerintah membiarkan aksi kriminalisasi terhadap ulama dan penistaan agama telah memantik gerakan reuni 212.

Baca juga: Pesan Keras Reuni 212 untuk Jokowi

“Pemerintah terkesan membiarkan kriminalisasi terhadap ulama dan penistaan agama terus berlanjut, sehingga memantik gerakan reuni massa 212 terulang dan nampaknya akan terus membesar sampai menemukan titik momentumnya. Yang jelas, massa Rreuni 212 anti tesis dari Jokowi, mereka menyampaikan pendapat, pikiran, aspirasi dan berkumpul dalam peristiwa tersebut,” jelasnya.

Kata dia, ketidakhadiran Jokowi dalam Reuni 212 tentu sangat merugikan dirinya. Di mana panggung gratis umat Islam tersebut menjadi milik Prabowo.

“Alumni 212 dan umat Islam semakin solid menguatkan dukungannya pada Prabowo karena soal sikap dan keberpihakan Prabowo terhadap umat,” sebutnya.

Baca juga: Direktur Riset Demokrasi Sebut Reuni 212 Cenderung Politis

Nasi sudah jadi bubur, kata Syarwi. Momentum politik, lanjut dia, sudah berlalu dan Prabowo mendapat poin istimewa. Selain itu, Prabowo menemukan momentumnya dan berhasil melakukan konsolidasi politik menjelang hajatan pilpres lima tahunan.

“Jokowi dan timnya harus mengakui kepiawaian dan kemahiran tim lingkaran Prabowo menggoreng sintemen dan berselancar dengan papan isu,” sebut dia lagi.

Ditambahkan, tidak ada kata lain selain tim Jokowi segera berbenah diri dan lebih jeli membaca fenomena dan peristiwa penting hajatan politik jika tidak ingin terus-terusan tergilas oleh kuatnya arus yang menginginkan perubahan.

“Kita juga patut apresiasi sikap pemerintah yang tidak menghalang-halangi, tidak represif dan reaktif, menjamin keamanan peserta reuni 212 sehingga pulang dengan selamat ke rumah masing-masing,” pungkasnya.

Pewarta: Banyu Asqalani
Editor: Almeiji Santoso

Advertisement

Terpopuler