Connect with us

Politik

Perkumpulan Warga Muda Mengaku Sedih Gerakan Umat 212 Dibajak

Published

on

Reuni 212. Foto/Istimewa (@MCAOps)

Reuni 212. Foto/Istimewa (@MCAOps)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Founder Perkumpulan Warga Muda, Patriot Muslim mengomentari rekomendasi Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang mencalonkan beberapa nama sebagai calon presiden RI. Ia mengaku sedih gerakan 212 dibajak oleh kepentingan tertentu.

“Sedih melihat gerakan umat 212 dibajak. Betul bahwa mereka punya andil atas gerakan umat 212. Tapi mereka gak boleh membajak dan memonopoli gerakan tersebut untuk kepentingan politik elektoral,” ungkap Patriot Muslim dalam keterangan tertulisnya kepada Nusantaranews.co yang diterima Jumat, 1 Juni 2018.

Baca Juga:
Ini Hasil Pembahasan DPP PA 212 dan Fadli Zon di DPR
Negara Bubar, 212 dan Keadilan Sosial: Sebuah Tanggapan Atas Pikiran Prabowo

Patriot menilai sebagian besar massa aksi 212 saat itu hadir karena didorong keyakinan untuk melawan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sebaliknya bukan untuk ikut-ikutan manuver menghadapi Pemilu.

“Kami anggap ini sebagai dagelan! Lucu! Kok bisa mereka mengatasnamakan umat 212 yang sangat cair dan beda fokus isu gerakannya,” tambah Patriot yang merupakan mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Sebelumnya Rakornas PA 212 di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (29/5) merekomendasikan lima nama untuk diusung sebagai capres pada Pemilu 2019. Lima nama tersebut adalah Habib Rizieq, Prabowo Subianto, Tuan Guru Bajang, Yusril Ihza Mahendra, dan Zulkifli Hasan. (nn/red)

Editor: Gendon Wibisono

Komentar

Continue Reading
Advertisement

Terpopuler