Connect with us

Budaya / Seni

Perihal Toa: Mari Berpelukan

Published

on

Toa. (FOTO: Istimewa)

Toa. (FOTO: Istimewa)

Puisi Rahmat Akbar

MARI BERPELUKAN

Mari berpelukan
Kita Bhineka Tunggal Ika
Walaupun mempunyai pandangan yang berbeda
Namun, tetap sama

Mari berpelukan
Ketika pemimpin Negeri dan pihak oposisi
Saling akur tampak di layar televisi
Pertanda bahwa Negeri ini masih aman terkendali

Mari berpelukan atas nama kedamaian Negeri
Berdemokrasi secara hakiki
Asal jangan ada yang diperkusi

Mari berpelukan
Sebagai tanda persaudaraan kita
Yang memegang teguh UUD 1945
Dan Pancasila sebagai dasar negara

Kotabaru, September 2018

PERIHAL TOA

Hidup adalah toleransi
Ketika kita saling mengerti
Tidak ada yang perlu merasa rugi
Karena kita hidup di dunia tidak sendiri

Aku sama
Kita sama
Kalian sama
Tidak ada pembeda
Kerena kita sama manusia
Sama di mata Sang pencipta

Pada tiap potret
Jika ada bertanya mengapa kubuat puisi ini
Aku hanya ingin menjawab kita saudara
Kita sama
“INDONESIA”

Kotabaru, Agustus 2018

KAUM PA’KURSI

Kulihat dilayar televisi
Debat kaum Pa’kursi bersandiwara di antero negeri
Masing-masing memiliki kepentingan sendiri
Mengatas namakan rakyat sebagai amunisi

Ah, ini tahun politisasi
Banyak orang membaca mantra-mantra penuh arti
Memang mereka adalah pedagang janji
Yang meminta hak rakyat, hanya untuk kepentingan pribadi

Sementara surga air mata berpesta pora
Harga melambung tinggi
Kebijakan terus direvisi
Rakyat jadi korban, hak suaranya dilucuti

2019 panggung politik tampil di televisi
Berorasi dengan pasti
Berteriak ke sana kemari
Agar bisa meraih hal yang diingini
Mereka berdasi, tapi sering sekali lupa diri

Kotabaru, Agustus 2018

Rahmat Akbar, kelahiran Kotabaru 04 Juli 1993 tepatnya di Kalimantan Selatan. Alamat tinggal Jalan Hasanuddin Rt. 06 Kelurahan Kotabaru Hilir. Puisinya (menggisi media Tribun Bali, Media Kalimantan, Koran Merapi), puisinya “Hitammu Di Tanahku” antologi puisi ASKS Ke 13 KALSEL 2016, puisinya di antologi “ Gemuruh1001 Kuda Padang Sabana, antologi puisi “ Empat Ekor Belatung Bersarang di Ubun-Ubunku, antologi puisi “Tadarus Puisi Kalsel 2017”, antologi puisi ASKS ke 14 KALSEL 2017, antologi puisi “Puputan Melawan Korupsi” Bali, antologi puisi “Hutan Hujan Tropis”, antologi puisi “Indonesia Lucu Jilid VI 2018, dll. Sekarang bekerja sebagai guru Bahasa Indonesia di SMA Garuda Kotabaru dan aktiv tergabung di komunitas Taman Sastra SMA Garuda Kotabaru. Akbar bisa disapa melalui email [email protected].com, fb: Kai.akbar

Baca Juga:  Ikuti Seminar Terlama Dunia, Prabowo: 30 tahun di Meja Makan Ikut Kuliah

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Loading...

Terpopuler