Connect with us

Ekonomi

Pendirian Balai Latihan Kerja Dinilai Hamburkan Anggaran dan Tak Tepat Sasaran

Published

on

anggota DPRD Jatim Ahmad Iwan Zunaih

Anggota DPRD Jatim Ahmad Iwan Zunaih. (Foto: Setya W)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) di Jatim disorot. Pasalnya, banyak BLK di Jatim ternyata dalam kenyataan tak punya manfaat baik bagi masyarakat.

Menurut anggota DPRD Jatim Ahmad Iwan Zunaih, selama ini dirinya melihat banyak sekali setiap daerah didirikan BLK.

”Ayo kalau membuat BLK nantinya  output-nya  ke depan bisa menjawab tantangan masa depan,” jelas pria asal Gresik ini saat ditemui di Surabaya, selasa (14/1/2020)

Pria yang juga akrab dipanggil gus Iwan ini mengungkapkan sering sekali dibuat di beberapa daerah BLK kalau ada program.

”Sedikit-dikit ada program lalu buat BLK. Padahal BLK itu tak memberikan efek manfaat yang baik bagi masyarakat,” ungkap politisi asal Fraksi Partai Nasdem ini.

Pengasuh ponpes di Gresik ini lalu mencontohkan keberadaan BLK di daerah pesisir.

”Di daerah pesisir ada BLK namun disana masyarakat diberi pelatihan las. Hal ini sangat disayangkan karena tak bermanfaat bagi masyarakat pesisir,” kata Iwan.

Seharusnya, sambung Iwan, seharusnya masyarakat pesisir diberi pelatihan dalam pengelolaan hasil panen.” Harusnya masyarakat pesisir diberi pelatihan manajemen yang bagus dalam pengelolaan hasil panen. Itu yang harusnya diberikan pemerintah ke masyarakat. Jangan asal-asalan membuat BLK,” jelasnya.

Sementara itu terkait fokus APBD Jatim 2020 ke sektor pendidikan, Iwan mengatakan pada prinsipnya dirinya mendukung kebijakan tersebut. Namun Iwan mengingatkan agar Pemprov Jatim berhati-hati membuat program pendidikan.

“Harus ada perencanaan matang untuk pendidikan Jatim,” lanjutnya.

Paling tidak, kata Iwan, program tersebut harus memiliki dua karakter antara lain karakter berorientasi dalam pembentukan penguatan moralitas dan penguatan kualitas karakter kinerja.

“Jangan hanya asal membuatkan fasilitas pendidikan yang hanya untuk show saja dan tak tepat sasaran. Saya hanya ingatkan pemerintah akan hal itu,” tutupnya. (wah)

Loading...

Terpopuler