Connect with us

Politik

PDIP Duduk di Pimpinan, Kontrol DPR Akan Melemah

Published

on

Pengamat Politik Monash Institute, Muhammad Nasih/Foto: teropongsenayan
Pengamat Politik Monash Institute, Muhammad Nasih/Foto: teropongsenayan

NUSANTARANEWS.CO – Keinginan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendapatkan kursi Pimpinan DPR RI mendapatkan kritikan tegas dari Pengamat Politik Monash Institute, Muhammad Nasih.

Menurut Nasih, jika Partai utama pengusung Pemerintah menduduki kursi Pimpinan DPR RI, maka fungsi kontrol yang dimiliki DPR RI akan semakin melemah.

“Jika PDIP ada di unsur pimpinan, kekuatan pengontrol akan makin melempem,” ungkapnya kepada wartawan saat dihubungi, Jakarta, Senin (16/01/17).

Pasalnya, lanjut Nasih, PDIP akan menjadi kekuatan politik tersendiri dan akan lebih leluasa untuk melakukan gerilya politik di kalangan pimpinan Komisi maupun DPR.

“Yang tentu punya bargaining yang biasanya selalu ditenggang. Di antara politisi, ada tenggang rasa yang tinggi, untuk bagi-bagi,” ujarnya.

Loading...

Kendati demikian, Nasih mengatakan, keinginan PDIP tersebut sangatlah wajar. Apalagi, PDIP merupakan partai pemenang pemilu 2014 lalu. Ia pun menganalogikan kekuasaan itu layaknya air laut, yakni menghauskan. Semakin air laut itu diminum, maka akan semakin membuat haus, bukannya menghilangkan dahaga.

“Karena itu, keinginan tidak harus dituruti, baik oleh yang menginginkan (PDIP) maupun yang ingin menolong (partai lain). Agar politik Indonesia tidak makin rusak,” katanya.

Nasih menambahkan, keinginan PDIP tersebut tidak lain dan tidak bukan karena ingin agar semua agenda pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) lancar dan aman tanpa gangguan.

“Mega kan sudah menegaskan itu. Yang di DPR tentu akan berlomba untuk mengamankan. Di samping, posisi wakil ketua DPR kan juga posisi cukup prestisius yang penting diambil. Ingat, politik kan seni kemungkinan. Yang mungkin diambil,” ungkapnya. (Deni)

Loading...

Terpopuler