Connect with us

Politik

PDIP Jelaskan Alasan Mendukung Pasangan ZIAP Di Pilkada Kaltara

Published

on

PDIP jelaskan alasan mendukung pasangan ZIAP di Pilkada Kaltara.

PDIP jelaskan alasan mendukung pasangan ZIAP di Pilkada Kaltara. Foto: Ketua DPD PDIP Kaltara, Jhony Laing (kanan) bersama Bakal Calon Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang.

NUSANTARANEWS.CO, Tanjung Selor – PDIP jelaskan alasan mendukung pasangan ZIAP di Pilkada Kaltara. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan pada Jumat 27 Agustus 2020 telah mengumumkan beberapa nama Bakal Calon Kepala Daerah yang akan berlaga di Pilkada Serentak Desember 2020 mendatang. Diantara bakal calon tersebut DPP PDIP memutuskan untuk mengusung pasangan Zainal A Paliwang-Yansen TP (ZIAP) sebagai bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Utara.

Keputusan DPP PDIP tersebut sempat menjadi pembicaraan publik mengingat selama ini yang yang santer disebut-sebut akan berlaga di Pilkada 2020 melalui PDIP adalah Pasangan Udin Hianggio-Indrajit. Tanggapan dan komentar mengenai rekomendasi DPP PDIP yang tak jadi memgusung pasangan Udin-Indrajit tersebut nampak menghiasi laman-laman akun media sosial dari netizen di Kaltara.

Menanggapi hal tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI P Kalimantan Utara melalui keterangan tertulisnya keada Redaksi mengungkapkan beberapa hal seputar keputusan DPP PDIP mengusung pasangan ZIAP.

“Terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah Desember 2020 yang akan datang, DPP PDI Perjuangan telah memutuskan dan menetapkan dukungan dan rekomendasi kepada Brigjen. Pol. Zainal Arifin Paliwang-DR. Yansen. TP sebagai Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara Periode 2020-2024, ” ujar Ketua DPD PDP Kaltara, Jhoni Laing Impang dalam keteranganya, Sabtu (28/8).

Menurut Jhoni, keputusan dukungan tersebut telah melalui proses yang panjang dan diskusi yang luas dan mendalam dengan pasangan calon, internal partai dari Tingkat DPC, DPD hingga DPP PDIP.

“Dan tentunya dengan mempertimbangkan masukan dari masyarakat luas baik lewat tokoh-tokoh maupun hasil survei internal,” imbuhnya

Baca Juga:  MK Sebut Sidang Sengketa Pemilu Momentum Mempertemukan Dua Capres

Lebih lanjut Jhoni memaparkan, awalnya PDI Perjuangan telah memberikan kesempatan kepada pasangan H. Udin Hianggio-Mayjen. Pol. Indrajit sebagai pasangan Bakal Calon Gubernur-Wakil Gubernur.

Akan tetapi terjadi dinamika penting di mana Bakal Calon Wakil Gubernur, Bapak. Indrajit mengundurkan diri dari pencalonan dan tenggat waktu yang diberikan oleh DPP PDI Perjuangan bagi pasangan calon untuk mendapatkan dukungan partai politik tidak dapat dipenuhi.

“Oleh karena itu DPP PDI Perjuangan dan DPD PDI Perjuangan Kalimantan Utara memutuskan untuk melakukan simulasi pasangan baru untuk Bakal Calon Wakil Gubernur peengganti dan pada saat yang sama mencoba simulasi atas Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Bakal Calon Wakil Gubernur yang baru,” paparnya

Dari pendalaman yang dilakukan oleh Partai, ungkap Jhoni, akhirnya diambil keputusan untuk mendukung Pasangan Zainal Arifin Paliwang-Yansen TP yang secara historis dan ideologis memiliki kedekatan dengan PDI Pejuangan.

“Pasangan ini diharapkan oleh PDI Perjuangan untuk mampu menggalangan dukungan yang luas dari masyarakat Kalimantan Utara guna memenangkan Pilkada serentak 2020 dan membawa perubahan bagi daerah ini di masa depan,” jelasnya.

DPP PDIP, lanjut Jhoni, telah menilai bahwa Zainal Paliwang-Yansen memiliki kekayaan pengalaman dalam mengelola organisasi dan karakter kepemimpinan yang kuat untuk menjadikan “KALTARA RUMAH KITA”, rumah untuk semua warga Kaltara yang sangat plural dan beragam asal usul serta latar belakangnya.

Dan menyikapi tak jadi diusungnya Udin Hianggio-Indrajit, Jhony atas nama PDIP menyamapaian permohonan maaf. PDIP menilai Udin Hianggio adalah sosok yang yang sangat dewasa dan bijak sehingga ia yakin Udin akan melihat keputusan DPP PDIP sebagai keputusan yang memihak kepentingan mayoritas masyarakat Kaltara.

“Kepada orang tua kami Haji Udin Hianggio kami sampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya karena belum berjodoh saat ini, dan kami mendoakan semua yang terbaik kepada beliau. Kami sangat berharap dan memohon agar beliau tetap bersatu bersama PDI Perjuangan dan Pasangan Zainal Arifi Paliwang-Yansen TP untuk melakukan perubahan di Kalimantan Utara sebagaimana harapan dan keinginan belau,” tuturnya (ES)

Baca Juga:  Gaya Oligarki Picu Partai Politik Gagal Lahirkan Pemimpin Berkualitas

Loading...

Terpopuler