Menko PMP Puan Maharani saat Konferensi pers usai rapat koordinasi tingkat menteri di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (1492017). Foto Rivhard Andika/ NusantaraNews.co
Menko PMP Puan Maharani saat Konferensi pers usai rapat koordinasi tingkat menteri di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (1492017). Foto Rivhard Andika/ NusantaraNews.co

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, mengatakan bahwa Indonesia akan menjadi penyelenggara Festival Seni Budaya Internasional bernama Europalia di Brussel, Belgia, 10 Oktober 2017 mendatang.

Menurutnya, festival seni budaya ini nantinya akan berlanjut di enam negara lainnya di Eropa, yang secara keseluruhan akan menjelajahi 40 kota dan melibatkan 316 seniman Indonesia.

“Rangkaian acara tersebut akan berlangsung hingga Januari 2018,” ujar Puan dalam konferensi persnya usai rapat koordinasi tingkat menteri, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Indonesia sendiri bersedia menjadi penyelenggara karena reputasi dan daya tariknya yang kuat. Pagelaran acara tersebut akan menelan biaya negara sebesar Rp 160 miliar, Puan berharap ada timbal balik yang sesuai, baik dari sektor pariwisata, kebudayaan, dan juga ekonomi.

“Karenanya, selain festival ini menjadi ajang seni budaya kita, saya juga berharap ada return yang memadai, dari sisi pariwisata, sisi kebudayaan, dan sisi ekonomi,” ungkapnya.

Wapres Jusuf Kalla dan Raja Belgia, Phillipe, dijadwalkan akan menghadiri acara pembukaan festival yang digelar setiap dua tahun sekali tersebut. Festival tersebut diharapkan menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kekayaan seni dan budayanya, agar semakin dikenal oleh dunia internasional, khususnya masyarakat Eropa.

Selain itu, ajang tersebut dapat dijadikan promosi pariwisata dan menarik banyak turis mancanegara untuk berkunjung dan menikmati keindahan Indonesia.

Seni Budaya Europalia juga dapat dimanfaatkan Indonesia untuk melakukan national branding dengan memperkenalkan simbol maupun identitas negara. Puan berharap panitia pelaksana dapat bekerja secara detail dan baik agar apa yang menjadi keperluan rombongan dapat terakomodasi dengan baik.

“Diperhatikan makanannya, kesehatannya, asuransinya, dan jangan lupa uang sakunya. Jangan sampai konsentrasi terganggu karena uang saku. Jangan anggap itu perkara remeh. Memang pesannya ibu-ibu banget ya, tapi jangan sampai pengalaman pahit dengan atlet-atlet kita di SEA Games terulang,” tutur Puan.

Pewarta: Ricard Andika
Editor: Ach. Sulaiman

Komentar