Connect with us

Hankam

Mengembangkan Postur Pertahanan di Timur Negeri Adalah Keharusan

Published

on

Helikopter Apache Siap lengkapi Alutsista TNI. Foto: Via YouTube

Helikopter Apache Siap lengkapi Alutsista TNI. (Foto: Via YouTube)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Hari Jumat tanggal 11 Mei 2018 di Sorong Navy Base Papua Barat, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meresmikan operasional Divisi III Kostrad, Komando Armada III, Pasmar III dan Koopsau III. Pengamat sekaligus analisis pertahanan dan alutsista Indonesia, Jagarin Pane menilai pengembangan struktur komando strategis ketiga kali ini merupakan program besar. Memerlukan sebaran pasukan dan alutsista yang luar biasa. Untuk itu, mengembangkan postur pertahanan di timur negeri sudah menjadi sebuah keharusan.

Dirinya menambahkan, keinginan gigih untuk tidak lagi bertumpu pada Java Centris dalam pola pertahanan dan sebaran pasukan serta alutsista TNI dianggap sebagai langkah besar. “Ini juga bagian dari doktrin pembaharuan berani masuk digebuk. Tidak lagi, masuk dulu baru digebuk. Lha kalau yang masuk Naga mau digebuk pake apa Om,” ungkap Jagarin dalam tulisannya, dikutip Sabtu (19/5/2018).

Seperti diketahui selama ini tumpuan kekuatan militer Indonesia hanya ada di pulau Jawa. Kostrad Divisi I ada di Cilodong Jawa Barat, Divisi II ada di Singosari Malang. Pasmar I ada di Jakarta dan Pasmar II di Surabaya. Angkatan udara sudah menyebarkan sebagian kekuatan alutsistanya di luar Jawa seperti 1 skadron Sukhoi di Makassar, 1 skadron F16, 1 skadron Hawk di Pekanbaru, 1 skadron Hawk dan 1 skadron UAV di Kalbar.

Baca Juga:
Pulihkan Kondisi Persenjataan, TNI Terus Cukupi Gizi Alutsista
Departemen Pertahanan AS Kucurkan Dana 169 Juta Dolar untuk Program MURI 2018
Analis Pertahanan: Ancaman Cina Bukan Lagi Fiksi

“Sudah saatnya kita membaguskan postur pertahanan di timur negeri. Latihan PPRC Mei ini di 3 lokasi sekaligus di wilayah timur negeri ini adalah bagian dari strategi militer sebagai unjuk kekuatan. Pasukan pemukul reaksi cepat dengan dukungan 16 Hercules serentak melakukan counter attack di Morotai, Timika dan Selaru Maluku Tenggara dalam sebuah simulasi tempur yang terukur,” tulisnya.

Baca Juga:  PBNU Tanggapi Kebijakan Tenaga Kerja Asing

Wilayah timur negeri ini adalah separuh dari luasnya wilayah NKRI. Jagarin menyatakan bahwa harus diakui sebaran isian alutsista dan rentang geografis komando satuan tempur masih jauh dari kondisi memadai. Contohnya ketika diadakan latihan Armada Jaya beberapa tahun lalu dengan mengambil lokasi pendaratan pasukan di Kaimana Papua, sangat menguras energi dan logistik perjalanan armada puluhan KRI striking force yang ditugaskan.

Panjangnya rute Surabaya ke Papua dalam latihan angkatan laut itu dan resiko “serangan kapal selam musuh” di laut dalam Arafuru, dalam perjalanannya menurut Jagarin dianggap tidak efektif dalam pertempuran modern saat ini. Maka dirinya menilai sangat layak jika Sorong dijadikan pangkalan Armada III TNI AL beserta organiknya Pasmar III (setingkat satu divisi pasukan marinir).

Sementara Biak sudah sangat siap sebagai home base jet tempur TNI AU. Selama ini kedatangan berbagai jenis jet tempur tentara langit kita ke Biak AFB hanya menginap hitungan hari saja lalu kembali ke home base masing-masing. Nah kalau sudah tersedia isian 1 skadron jet tempur di Biak, maka ongkos patroli udara jadi lebih hemat. Lebih dari itu ada rasa percaya diri soal respon cepat intersep jika ada pesawat asing yang masuk tanpa ijin.

“Kita berharap dalam program MEF jilid III (2019-2024) gerak operasional penuh divisi tempur ketiga segala matra TNI sudah dilengkapi dengan berbagai jenis alutsista yang dibutuhkan. TNI AL saat ini sudah memiliki 165-170 KRI, setidaknya 35-40 KRI berbagai jenis bisa dimutasi permanen ke Armada III. Diharapkan Koopsau III sudah dilengkapi dengan 2 skadron tempur di Biak dan Kupang. Pasmar III juga sudah dilengkapi dengan berbagai jenis alutsista setara kakaknya Pasmar I dan II,” terangnya.

Baca Juga:  DPR RI Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Produksi Dua Pesawat

Editor: Gendon Wibisono

Loading...

Terpopuler