Berita UtamaMancanegaraPolitik

AS Mengancam Pakistan Agar Perang Melawan Taliban

NUSANTARANEWS.CO – Tuduhan AS terhadap Pakistan yang dianggap mendukung kelompok teroris di Afghanistan, ditanggapi dengan pernyataan balik bahwa perang AS di Afghansitan yang terus berkepanjangan tidak seharusnya menyalahkan Islamabad.

Kegagalan AS selama 16 tahun perang di Afghanistan ada di depan, kata kantor berita Dawn Pakistan mengutip Menteri Luar Negeri Khawaja Asif yang mengatakan dalam sebuah pidato kepada Senat Pakistan. “Hanya akan ada ruang untuk perbaikan jika Washington menerima kekalahan dan kegagalan mereka di Afghanistan,” kata Asif. AS belum siap menerima hal itu, tegasnya.

“Kami tidak akan berkompromi dengan kedaulatan kita, dan martabat kita. Hubungan kita dengan AS harus didasarkan pada harga diri dan martabat,” kata diplomat tersebut.

Sementara Sekretaris Negara AS Rex Tillerson mengatakan, “Pakistan menurut saya, perlu melihat situasi secara jernih dengan sejumlah organisasi teroris yang bernaung dengan aman di wilayah Pakistan,” pada hari Senin. Islamabad merasa tersinggung dengan ceramah dan tuduhan yang di sampaikan Tillerson.

Baca Juga:  Siapkan Perang Darat di Pemilu 2024, Inilah Cara Golkar Target Menang di Jatim

Tillerson melanjutkan, “Kami meminta Anda untuk melakukan ini, kami tidak menuntut apapun,” katanya, berbicara kepada pemerintah Pakistan. “Anda adalah negara yang berdaulat Anda akan memutuskan apa yang ingin Anda lakukan, tapi pahami ini yang kami pikir perlu. Dan jika Anda tidak ingin melakukan itu, jangan merasa Anda bisa melakukannya, Kami akan menyesuaikan taktik dan strategi kami untuk mencapai tujuan yang sama dengan cara yang berbeda. ”

“Presiden Trump menuntut agar Pakistan meningkatkan aktivitas militer melawan Taliban di Afghanistan, dan melawan Taliban Pakistan,” kata pakar intelijen.

Nampaknya, jika pemerintah Pakistan tidak suka melakukan hal itu, Gedung Putih akan melancarkan operasi militer yang lebih dalam ke wilayah teritoarial Pakistan. Nah, apabila hal itu terjadi, maka pasti akan mengancam kedaulatan Pakistan.

Berbicara kepada wartawan hari Jumat, Alice Wells, yang bertindak sebagai asisten menteri luar negeri untuk Asia Selatan, mengatakan Washington berharap dapat melihat langkah-langkah konkrit di Pakistan dalam beberapa minggu atau bulan ke depan.

Related Posts

1 of 15