Connect with us

Ekonomi

Membandingkan Utang Indonesia dengan AS dan Jepang Itu Konyol!

Published

on

nilai tukar rupiah, kurs rupiah, rupiah lemah, pelemahan rupiah, rupiah merosot, utang jatuh tempo, defisit pendapatan primer, defisit jasa, defisit migas, defisit transaksi berjalan, nusantaranews

Perbandingan rupiah dengan dolar. (Foto: Eswete)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Klaim utang pemerintah Indonesia aman, dengan melakukan perbandingan beberapa negara seperti AS (Amerika Serikat) atau Jepang menurut ekonom nasional Rizal Ramli disebut sebagai sesuatu yang sangat konyol.

“Pemerintah bilang enggak kok, utang kita masih aman. Amerika (utangnya) berapa? Jepang (utanganya) berapa? Perbandingan itu sangat sangat konyol sekali,” kata Rizal Ramli di Jakarata, (31/10/2018).

Kenapa disebut konyol? Dia menjelaskan, karena Amerika adalah satu satunya negara yang bisa nyetak uang dolar. Dijual ke seluruh dunia. Ongkos cetaknya, kata Rizal Ramli, hanya dua dolar untuk mencetak 100 dolar.

“Dijual masih banyak beli, karena uang itu (dolar) didukung oleh kekuatan hegemoni politik militer ekonomi Amerika. Kalau militer Amerika gak kuat dan lumpuh, itu uang (dolar) tidak akan ada harganya. Dia satu satunya negara yang kalau defisit bisa tinggal cetak uang dolar dikeluarin,” sambungnya.

Baca Juga:
Utang Indonesia Dibanding Jepang, Rommy: Masih Sangat Aman
Pemerintah Diminta Stop Banding-Bandingkan Utang Indonesia dengan Jepang

Terus jika dibandingkan dengan Jepang, lanjut dia, “itu juga ngawur!” Kenapa? Karena Jepang dari dulu melakukan pinjaman utang dari dalam negeri sendiri sampai tahun 1985. Baru setelah tahun 1985, Jepang sebagian kecil melakukan peminjaman dari luar negeri.

Yang kedua, kata dia, pendapatan Jepang dari investasi di luar negeri sangat besar. Jadi selalu ada includ dari luar hasil investasi di luar negeri.

“Kalau kita kan gak ada investasi. Yang ada, asing investasi di sini, hasilnya dibawa keluar. Itu beda sekali. Para pejabat yang ngomong begini (membandingkan utang Indonesia dengan AS dan Jepang), itu ngawur berat atau menyesatkan,” ungkap dia.

Nah contoh yang paling tepat untuk membadingkan utang Indonesia dengan AS maupun Jepang adalah “Berapa kemampuan kita membayar utang dibandingkan dengan ekspor,” jelasnya.

Pewarta: Adhon Emka
Editor: Alya Karen

Advertisement

Terpopuler