Connect with us

Mancanegara

Mahathir Mohamad Jadi PM Malaysia Tertua di Dunia

Published

on

Mahathir Mohamad Jadi PM Malaysia Tertua di Dunia. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Istimewa)

Mahathir Mohamad Jadi PM Malaysia Tertua di Dunia. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Malaysia – Secara resmi, Mahathir Mohamad kembali terpilih sebagai perdana menteri Malaysia setelah koalisinya, Pakatan Harapan, memenangkan pemilihan umum. Dengan memenangi 112 kursi parlemen yang melebih ambang batas, Mahathir sukses kalahkan petahana Najib Razak yang diusung Barisan Nasional.

Kemenangan Pakatan Harapan pimpinan Mahathir menjadi ujung batas dominasi Barisan Nasional di Malaysia. Bahkan, Pakatan Harapan juga berhasil raih 7 dari 13 negara bagian pada pemilu kemarin, negara bagian tersebut ialah: Penang, Selangor, Melaka, Negeri Sembilan, Kedah, Perak, dan Johor.

Karenanya, Johor yang merupakan tempat kekuasaan Barisan Nasional mesti legowo menerima kemenangan Pakatan Harapan. Hasil yang mengejutkan ini membuat mantan menteri utama Mohamed Khaled Nordin kehilangan tempat duduknya di Pasir Gudang dengan kekalahan 24.726 suara. Atas Kemenangan Pakatan Harapan, Mahathir menjadi pemimpin tertua di dunia, lantaran usianya kini menginjak usia 92 tahun.

“Kami memenangkan kursi mayoritas dengan jumlah yang substansial. Mereka (komisi pemilihan umum) mengumumkan bahwa jika sudah mencapai 112 kursi, sudah memenangkan mayoritas dan bisa membentuk pemerintahan,” kata Mahathir dalam pidato kemenangannya di Hotel Sheraton Petaling Jaya, Malaysia, Kamis (10/5/2018) dini hari.

Mahathir yang sempat berkuasa selama dua dekade lebih dulu memenangkan kursi parlemen dari daerah konstituennya di Langkawi, melanggengkan jalannya menuju kursi perdana menteri. Dan setelah pengumuman kemenangan tersebut, Mahathir akan langsung mengambil sumpah jabatan harini, Kamis (10/5).

Loading...

Kemenangan Mahatir dalam pemilu melengkapi buku sejarah perebutan kekuasaan di Malaysia. Bukan lantaran pertama kali rezim Barisan Nasional digulingkan sejak merdeka belaka, namun juga persatuan kembali Mahathir dan kubu Anwar Ibrahim di puncak kepemimpinan.

Baca Juga:  Mantan Jubir Gus Dur Soroti Janji Kampanye Elite Politik

Sebagaimana rakyat Malaysia ketahui, kedua tokoh besar tersebut merupakan musuh bebuyutan sejak dua dekade silam, setelah Mahathir memecat Anwar dari jabatan wakil perdana menteri ketika ia masih menjabat sebagai orang nomor satu di Malaysia. Bahkan, rakyat Malaysia sempat terkejut tatkala Mahathir mantap minta maaf dan bergabung dengan koalisi oposisi pimpinan Anwar, Pakatan Harapan, demi menggulingkan Najib Razak yang diguncang isu korupsi.

Menurut laporan CNN Indonesia, usai memenangkan pemilu ini, Mahathir yang pernah menjadi Perdana Menteri selama 22 tahun (1981-2003) akan menjadi perdana menteri interim dan bakal menyerahkan takhtanya ketika Anwar bebas pada Juni mendatang setelah kembali dibui oleh rezim Najib.

Mahathir pertama kali naik takhta menjadi perdana menteri pada 1981, menggantikan Hussein Onn yang jatuh sakit setelah menggantikan posisi mendiang Abdul Razak Hussein. Dimana waktu itu, koalisi Barisan Nasional masih mendominasi dalam menjalankan tampuk kekuasaan di Malaysia. Dan kemenangan Mahathir menjadi ujungan dominasi Barisan Nasional yang telah berkuasa selama 61 tahun di Malaysia.

Di tangan Mahathir, rata-rata perekonomian Malaysia naik 6,1 persen. Dengan slogan Malaysia jadi negara maju pada 2020, Mahathir melakukan pembangunan besar-besaran hingga disebut sebagai bapak modernisasi.

Sekedar diketahui, sebelumnya, Mahathir sempat menggelar jumpa pers mengkritik election commission atau Komisi Pemilihan Umum Malaysia karena menunda pengumuman hasil penghitungan suara ketika waktu hampir menunjukkan Rabu tengah malam. Biasanya, KPU telah mengumumkan hasil hasil pada sekitar pukul sepuluh malam pada hari pencoblosan, yaitu Rabu, 9 Mei 2018.

“Sepertinya, ada hanky panky sedang terjadi untuk melawan kehendak rakyat Malaysia,” kata Mahathir di lokasi sama =didampingi sejumlah petinggi anggota partai koalisi yakni koalisi Pakatan Harapan, Partai Keadilan Rakyat dan Demokratic Action Party.

Baca Juga:  Ternyata, Sajak yang Dibaca Prabowo Subianto Karya Pamannyya Sendiri, Letnan Subianto

Pewarta: Achmad S.
Editor: M. Yahya Suprabana

Loading...

Terpopuler