Connect with us

Budaya / Seni

Lestarikan Bahasa Lokal, Disdik Sumenep Gelar Lomba Mendongeng Bahasa Madura

Published

on

bahasa madura, lomba dogeng sumenep, disdik sumenep, bahasa daerah madura, raprap ben manuk tottoeng, nusantaranews

Salah satu peserta saat mengikuti lomban mendongen bahasa Madura. (Foto: Kafi Hidayat)

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Dalam rangka membertahan budaya lokal daerah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep menggelar lomba mendongeng bahasa Madura untuk para siswa dan Guru Taman Kanak Kanak (TK) Se-Kabupaten Sumenep.

Pantauan dilokasi Gugus SDN Pandian IV, tanpak semarak setelah salah satu guru dengan nomor urut satu berdongeng dengan judul Raprap Ben Manuk Tottoeng. Semarak tepuk tangan dari peserta dan audien bergemuruh menambah suasa samakin meriah.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Edi Suprayitno mengatakan kegiatan lomaba mendongeng untuk melestarikan bahasa daerah melalui cerita-cerita dengan bahasa madura, karena tidak sedikat orang madura sendiri tidak mampu bercerita dengan bahasanya. Dalam bahasa madura terdapat tiga tingkatan bahasa dan penggunaanpun juga berbeda.

“Tujuaannya agar bahasa daerah tetap menjadi simbol bahwa bahasa Madura tetap lestari,” ucapnya, Selasa (11/12/2018).

Baca juga: Lestarikan Budaya Daerah, Disdik Sumenep Wajibkan Bahasa Madura untuk Siswa SMP

Loading...

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep A. Shadik mengatakan lomba budaya berbasis lokal untuk menghidupkan permainan berbasis lokal, serta mendongeng bahasa daerah yaitu bahasa Madura.

Karena diketahui generasi muda saat ini khususnya siswa SD dan SMP sudah tidak lagi mengetahui permainan berbasis lokal. Padahal banyak permainan lokal yang kualitasnya sangat bagus dan dapat memberikan kemandiriaan bagi anak didik.

“Kita langkah sedikit demi sedikit sehingga permainan lokal dan bahasa daerah menjadi aktifitas anak didik sehari hari,” ucap Shadik.

Lanjut Shadik, konten dari dongeng berbahasa Madura peserta bisa belajar sesuai tinggi rendaknya bahasa. Selain itu juga mengandung nilai nilai pendidikan yang bisa dijadikan pedoman oleh anak didik.

Baca Juga:  Sajak-Sajak Lianna Putri Sri Musniawati

Mendongeng dengan bahasa lokal diharapkan mempu menggunakan bahasa Madura dengan isi hati para pendongen, serta juga mampu membiasakan berbahasa madura sesuai tingkatannya. Karena bahasa Madura terdapat tiga tingkatan. Dengan demikian para peserta mampu menggunakan bahasa Madura dengan baik dan benar.

Pewarta: Kafi Hidayat
Editor: M Yahya Suprabana

Loading...

Terpopuler