Connect with us

Hukum

Komnas HAM Ambil Sikap Terkait Konflik Rohingya

Published

on

Seorang wanita menggendong anaknya di kamp pengungsian untuk warga Rohingya. (Foto: AP)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Komnas HAM mengatakan pihaknya telah mencermati masalah Rohingya, Myanmar yang kini tengah menjadi sorotan publik dunia.

Sebagai anggota dari Southeast Asia National Human Rights Institutions Forum (SEANF), Komnas HAM telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Ketua Komisi Nasional HAM Filipina yang tahun ini menjabat sebagai Ketua SEANF melalui surat tertanggal 4 September 2017 No.152/TUA/IX/2017.

Berdasarkan keterangan tertulis Komnas HAM, Senin (4/9/2017), memuat beberapa butir penting dan menjadi usulan Komnas HAM untuk menjadi pandangan bersama dari SEANF tentang masalah Rohingya.

Pertama, masalah Rohingya saat ini akan memberi dampak buruk bagi situasi hak asasi manusia, utamanya di kawasan Asia Tenggara. “Salah satunya adalah masalah pengungsi yang kemudian harus menjadi kepedulian bersama terutama negara-negara di kawasan Asia Tenggara,” bunyi pernyataan Komnas HAM.

Kedua, peristiwa yang terjadi di Rakhine, myanmar adalah sebuah konflik yang kemudian menimbulkan korban masyarakat sipil, merupakan tragedi kemanusiaan yang dapat diduga sebagai pelanggaran HAM.

Loading...

“Untuk itu kekerasan dari semua pihak harus segera dihentikan,” bunyi poin ketiga pernyataan tersebut.

Selanjutnya, bahwa akses bantuan makanan dan bantuan lainnya harus segera dibukan bagi masyarakat sipil.

“Bahwa Harus dibuka akses bagi tim pencari fakta yang dibentuk oleh PBB untuk mengumpulkan fakta dalam rangka menemukan akar masalah guna penyelesaian jangka panjang,” demikian bunyi poin kelima pernyataan Komnas HAM. (ed)

(Editor: Eriec Dieda)

Loading...

Terpopuler