Connect with us

Ekonomi

Kepala DPMPTSP DKI: Dari 3.073 IUMK, Sebanyak 1.811 Milik Pengusaha OK OCE

Published

on

dpmptsp, edy junaedi, penanaman modal jakarta, iumk, umkm jakarta, iumk jakarta, gerakan ok oce, tenaga kerja jakarta, investasi jakarta, lapangan pekerjaan jakarta, pengusaha ok oce, nusantara, nusantara news, nusantaranews

OK OCE Mart. (Foto: cafe-container.blogspot.com)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Edy Junaedi mengungkapkan dari 3.073 Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) di Provinsi DKI Jakarta berhasil memberikan lapangan pekerjaan kepada 6.092 Tenaga Kerja dengan Total Investasi sebesar Rp 66,48 miliar.

Sementara itu, 59% dari total IUMK yang telah diterbitkan atau sebanyak 1.811 IUMK merupakan milik Pengusaha Mikro dan Kecil yang tergabung dalam gerakan OK OCE.

IUMK menjadi primadona perizinan usaha di Tingkat Kelurahan, jumlahnya terus mengalami peningkatan, ini merupakan hasil atas gencarnya inovasi layanan yang telah dilakukan secara berkesinambungan dan masif, tercatat 3.073 IUMK berhasil diterbitkan,” kata Edy, Jakarta, Senin (8/10).

Baca juga: Program OK OCE Tidak Bangkrut, Malah Semakin Menggeliat

Edy menambahkan, seluruh inovasi layanan yang dilakukan DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta telah membuahkan hasil yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan perizinan usaha bidang UMKM di wilayah Jakarta, khususnya Usaha Mikro dan Kecil.

Loading...

Periode Januari sampai dengan awal Oktober 2018, tercatat 14.799 Izin Kategori Usaha Mikro dan Kecil berhasil diterbitkan dengan 11.726 diantaranya Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Mikro dan SIUP Kecil serta 3.073 merupakan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK).

Berdasarkan data pemerintah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan penting dalam perekonomian di Indonesia.

UMKM memiliki proporsi sebesar 99,99% dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia atau sebanyak 56,54 juta unit. UMKM telah mampu membuktikan eksistensinya dalam perekonomian di Indonesia.

Baca juga: Sudah 608 UMK Naungan OK OCE Dapat Izin di PTSP DKI Jakarta

Ketika badai krisis moneter melanda Indonesia di tahun 1998, usaha berskala kecil dan menengah yang relatif mampu bertahan dibandingkan perusahaan besar.

Baca Juga:  Mahasiswi Cantik Lamar Sandiaga Siap Jadi Istri Kedua, Jawaban Sandi Mengejutkan

Sebab, mayoritas usaha berskala kecil tidak terlalu tergantung pada modal besar atau pinjaman dari luar dalam mata uang asing. Sehingga, ketika ada fluktuasi nilai tukar, perusahaan berskala besar yang secara umum selalu berurusan dengan mata uang asing adalah yang paling berpotensi mengalami imbas krisis.

“UMKM mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Jakarta. Untuk itu kami melakukan komunikasi yang efektif kepada para pelaku usaha dengan mendekatkan dan memberikan kemudahan layanan perizinan/non perizinan,” jelas Edy.

(gdn/anm)

Editor: Gendon Wibisono

Loading...

Terpopuler