Connect with us

Gaya Hidup

Era Digital Bikin Anca Kecanduan Medsos? Ini Cara Mengatasinya

Published

on

Pengguna smartphone/Foto ilustrasi/Istimewa/Nusantaranews

Pengguna smartphone/Foto ilustrasi/Istimewa/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Manusia abad 21 nampak digiring pada tata dunia baru. Produk teknologi menciptakan jalan sekaligus pintu masuk pada era digital. Generasi millenial tidak dapat menolak kehadirannya. Sebuah penelitian menyebutkan generasi millenial memiliki smartphone, menggunakan internet dan wifi, yang pasti memiliki akun media sosial.

Empat ciri utama era digital yakni smartphone, internet, medsos, dan wifi telah menjelma kebutuhan hidup manusia abad ini. Bisa dipastikan, pengguna smartphone mengoperasikan smartphonenya menjelang tidur dan sebangun tidur. Sebuah penelitian mengamini peristiwa tersebut.

Baca Juga:

Menariknya, tidak sekadar generasi millenial dan adiknya dari generasi Z yang ikut menikmati produk teknologi digital, tetapi juga generasi Baby Bomber. Spektakuler! Manusia abad ini benar-benar telah berada di era baru, yakni era tanpa batas.

Ada hal positif dan tentu saja memiliki nilai negatif di dalamnya. Hal positif dari era digital, manusia bisa mengakses informasi dengan cepat dan mudah. Pengguna internet juga bisa berselancar melacak ilmu pengetahuan–walaupun tidak bisa dijadikan rujukan utama, melainkan sekadar alat bantu yang cerdar.

Hal negatif dari era digital, khususnya media sosial, ialah candu. Ketika medsos sudah menjadi candu, si pengguna tidak hanya tak bisa lepas dari medsos, tetapi juga resah dan cemas bila sehari saja tidak mengoperasikan medsos. Tentu dengan banyak alasan dan faktor yang juga tidak bisa dinafikan. Karena sudah menjadi kebutuhan.

Penelitian terbaru oleh University Of Singapore, mengungkapkan bahwa pengguna yang kecanduan dimulai ketika pengguna cenderung media sosial tersebut bukan untuk mengurangi stres dan bekerja. Lantas apa yang menandakan bahwa seseorang mengalami kecanduan media sosial?

Pengguna medsos yang kecanduan akan sangat berupaya agar unggahan atau konten apa pun yang mereka bagikan itu mendapat feedback, seperti like, komentar, share, atau retweet dari pengguna lainnya. Penanda lainnya seseorang telah kecanduan ialah langsung membuka media sosial sebagai aktivitas pertamanya setelah bangun tidur. Kemudian, ia akan menghapus unggahannya jika tidak mendapat banyak like sebagai respon kekecewaan karena tidak mendapat perhatian yang diharapkan dari pengguna lain.

Bahkan, nyaris setiap menit dalam waktu senggang ia tidak akan lepas dari medsos. So, adakah cara mengatasi candu tersebut? Barangkali inilah tips yang baik untuk diterapkan supaya anda atau kita bisa sedikit mengurangi candu tersebut:

Pertama, unduhlah aplikasi yang sekiranya memang dibutuhkan. Jika perlu, pilihlah aplikasi yang memiliki guna dan manfaat bagi pekerjaan anda.

Kedua, jangan sering-sering terlalu dekat dengan gadget, aturlah jangkauan kalian dengan gadget. Apalagi di tempat kerja. Bisa sering kena tegur atasan juga lho, kalau di jam kerja sambil mainan gadget.

Simak:

Ketiga, buatlah skala prioritas, yaitu mengutamakan pekerjaan dan aktifitas sosial yang nyata. Baru sisa waktu yang lain kita manfaatkan untuk berselancar di gadget. Update informasi juga penting kan, apalagi suka update berita-berita politik.

Keempat, ini cara paling mengerikan barangkali, ialah melakukan uninstall semua aplikasi medsos, kecuali WhatsApp kali ya. Siapa tahu seluruh keluarga, teman dan orang-orang di kantor semua menggunakan WA.

Kelima, mulailah lagi untuk suka pada buku. Membaca buku lebih baik dari pada baca teks di smartphone. Walaupun sekarang bisa dibilang ketinggalan jaman karena masih bawa buku kemana-mana. Tapi buktinya, masih banyak lho yang baca buku di tempat-tempat umum.

Pewarta: Mugi Riskiana
Editor: Achmad S.

Advertisement

Terpopuler