Connect with us

Ekonomi

Kejar Pencuri Ikan, Menteri Susi Tinjau Wilayah Perairan di Timur Indonesia

Published

on

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti/Antara/Wahyu Putro A

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti/Antara/Wahyu Putro A

NUSANTARANEWS.CO – Kejar Pencuri Ikan, Menteri Susi Tinjau Wilayah Perairan di Timur Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan safari bahari di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan berlayar mengunakan KRI Untung Suropati 372 milik TNI AL.

Selama 4 hari ke depan, Susi akan singgah di tiga wilayah NTT yakni Larantuka, Lembata dan berakhir di Kupang untuk meninjau situasi dan kondisi perairan laut Sawu dan permasalahan masyarakat nelayan di ketiga wilayah yang disinggahi tersebut.

Di kunjungan sebelumnya, Susi menemukan banyak bantuan pemerintah yang tidak berjalan seperti yang diharapkan, sehingga terkesan mangkrak dan terbengkalai. Susi menilai, persoalan logistik seperti mesin es, sulitnya transportasi dan persoalan izin, bukan permasalahan yang mudah bagi daerah. Bahkan menurut Susi, teknologi yang tinggi bisa menjadi masalah karena masyarakat sekitar masih belum melek teknologi.

“Jika kita tidak terjun langsung, bagaimana bisa tahu. Meskipun sudah kita umumkan”, ungkap Susi seperti dikutip dari siaran pers yang diterima nusantaranews.co di Jakarta, Jum’at (10/6/2016).

Di samping itu, Provinsi NTT saat ini menjadi perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hal itu dikarenakan Indonesia bagian barat sudah dirasa aman dari pencurian ikan dan pengrusakan sumber daya laut.

Loading...

Pasalnya, Menteri Susi mendapatkan informasi bahwa pencurian ikan dari Papua dan Kepulauan Aru bergeser ke bagian timur, termasuk ke wilayah perairan NTT yang berbatasan dengan Timor Leste. “Saya juga melihat ada kecenderungan adanya pencurian ikan di sini dan juga adanya penangkapan ikan yang mengarah pada kerusakan. Maka saya ingin lihat langsung dan akan saya identifikasi untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujar Susi. (Deni)

Baca Juga:  Para Menteri G20 Sepakat Merampungkan Prinsip-Prinsip Ekonomi Ditigal
Loading...

Terpopuler