Connect with us

Ekonomi

Soal Lonjakan Harga Daging, Mentan Jangan Buang Badan

Published

on

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman/Foto via Antara/Andika Wahyu

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman/Foto via Antara/Andika Wahyu

NUSANTARANEWS.COMenteri Pertanian Amran Sulaiman tidak berdaya menghadapi persoalan mahalnya harga daging sapi yang diduga sengaja dipermainkan para kartel dan mafia pangan. Akibatnya, kegaduhan tidak hanya terjadi di pasar dan para penjual tetapi juga menjadi buah bibir publik karena Mentan tak kunjung membuat kebijakan sebagai solusi dan jalan keluar mengatasi permasalahan di bidang paling vital bagi kehidupan masyarakat Indonesia.

Untuk itu, Wakil ketua DPR Oesman Sapta Odang atau tenar dipanggil OSO sampai-sampai angkat suara Mentan agar lebih sigap dalam mengatasi lonjakan harga daging. Pasalnya, kata dia, presiden telah mengeluarkan instruksi agar harga daging sapi di Indonesia dapat ditekan menjadi 80 ribu/Kg.

“Jadi presiden meminta harga 80 ribu itu sangat wajar, menterinya yang harus cepat merealisasikan permintaan presiden harus berpihak untuk rakyat, menteri jangan buang badan,” ujar OSO di gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (10/6/2016).

OSO menjelaskan bahwa persoalan daging di Indonesia merupakan masalah lama yang wajib dituntaskan pihak kementerian pangan supaya tidak lagi menjadi kegaduhan dan kepanikan publik. Terutama, menyangkut kebijakan impor daging sapi yang selama ini diselenggarakan pemerintah.

OSO mengungkapkan harga daging impor sebenarnya relatif murah karena di luar negeri hanya berkisar USD 4 per kilonya. Seharusnya, imbuh OSO, harga daging hanya dapat diukur dari penambahan biaya masuk ke dalam negeri, ditambah dengan harga pembelian BBM untuk distribusi dan transportasi dan biaya gudang.

“Jadi harganya seharusnya bisa 5 Dolar per kilo atau sekitar 60 Ribuan per kilo,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menilai instruksi presiden untuk menurunkan harga daging sapi rasional. Dengan begitu, tak ada alasan bagi Mentan Amran Sulaiman untuk tidak segera melakukan operasi supaya harga daging dapat ditekan. “Dengan harga 80 ribu saja sudah sangat untung, tapi dengan harga tembus sampai Rp 120 ribu/Kg sampai 130 ribu per/Kg dapat dibayangkan keuntungan yang didapat para kartel-kartel itu,” paparnya. (Hatiem)

Baca Juga:  Liverpool Musim ini: Juara atau Gagal lagi?

Loading...

Terpopuler