Connect with us

Mancanegara

Kapal Selam Nuklir Inggris Telah Berada di Kedalaman Teluk Persia

Published

on

 

Kapal Selam Nuklir Inggris Telah Berada di Kedalaman Teluk Persia

Kapal Selam Nuklir Inggris Telah Berada di Kedalaman Teluk Persia/Foto: UK Defence Journal

NUSANTARANEWS.CO – Kapal selam nuklir Inggris. The Sun melaporkan bahwa Kapal selam bertenaga nuklir paling canggih Angkatan Laut Kerajaan Inggris Astute-class hunter-killer yang dipersenjatai dengan rudal jelajah nuklir Tomahawk telah berada di kedalaman perairan Teluk Persia. Laporan Koran tersebut mengutip sumber-sumber pejabat senior pertahanan Inggris yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sumber tersebut juga menambahkan bahwa kehadiran kapal selam nuklir tersebut di kawasan sekitar Iran adalah sebagai langkah pencegahan bukan untuk melakukan serangan pertama terhadap Iran. “Tapi itu tergantung pada bagaimana Iran bereaksi terhadap kematian Suleimani, dan menambahkan bahwa Inggris akan selalu berdiri bahu-membahu dengan AS,” kutip media Inggris itu.

Sebagai informasi, kapal selam nuklir Kelas Astute dipersenjatai dengan beragam torpedo berat Spearfish dan rudal jelajah berhulu ledak nuklir Tomahawk yang memiliki jangkauan sekitar 1.600 kilometer. Kapal yang dijuluki pemburu pembunuh ini merupakan kapal selam terbesar, paling canggih dan paling kuat yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Kerajaan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace juga telah memerintahkan pengerahan kapal perang Inggris ke Selat Hormuz untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kapal dan warga negara Inggris – sebagai reaksi terhadap pernyataan Iran yang berjanji akan membalas atas pembunuhan Suleimani.

Unit Special Air Service (SAS) juga telah dikirim ke Irak untuk membantu evakuasi warga Inggris setelah serangan pesawat tak berawak AS yang menewaskan Jenderal Qasem Soleimani, komandan Pasukan Elit Quds.

Ketegangan antara Washington dan Teheran semakin memburuk sejak pembunuhan Suleimani oleh pesawat tak berawak AS yang disahkan Presiden Trump. Pemerintah Iran pun bersumpah akan membalas tindakan Washington dengan cepat.

Baca Juga:  Pengamat: China Bakal Serang Balik Filipina

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, menyebut bahwa langkah Amerika membunuh komandan Quds tersebut sebagai “bodoh, sangat berbahaya, dan merupakan tindakan “terorisme internasional”.

Presiden Iran Hassan Rouhani selama kunjungannya ke rumah keluarga Suleimani pada hari Sabtu, mengatakan bahwa AS melakukan blunder dengan membunuh pemimpin pasukan Quds Iran.

“Orang Amerika tidak menyadari kesalahan besar apa yang telah mereka lakukan. Mereka akan menderita sebagai konsekuensi dari tindakan kriminal seperti itu, tidak hanya hari ini, tetapi juga sepanjang tahun-tahun mendatang. Kejahatan yang dilakukan oleh AS akan menajdi catatan sejarah yang tidak akan terlupakan oleh bangsa Iran,” tegas Rouhani. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler