Connect with us

Global

Jelang Idul Fitri, Pasukan AS Berhasil Membunuh Pemimpin Taliban Yang Berharga US$ 5 Juta

Published

on

Jelang Idul Fitri, Pasukan AS Berhasil Membunuh Pemimpin Taliban Yang Berharga US$ 5 Juta

Pemimpin Taliban Mullah Fazlullah

NUSANTARANEWS.CO – Jelang Idul Fitri, pasukan Amerika Serikat (AS) berhasil membunuh pemimpin Taliban yang berharga US$ 5 juta. Peristiwa tersebut terjadi setelah adanya persetujuan gencatan senjata menyambut Lebaran pada hari Sabtu (9/6).

Pemimpin Taliban Pakistan Mullah Fazlullah dinyatakan tewas oleh operasi serangan udara AS di Afghanistan kata seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan Afghanistan pada hari Jumat. Pembunuhan ini kemungkinan akan meredakan ketegangan antara AS dan Pakistan.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan, Mohammad Radmanish mengkonfirmasi serangan tersebut. Radmanish mengatakan serangan udara itu merupakan operasi gabungan Amerika Serikat (AS) dan negaranya. Serangan itu dimulai sekitar pukul 09.00, Kamis (14/6) waktu setempat.

“Saya bisa mengonfirmasi bahwa Mullah Fazlullah, pemimpin Taliban Pakistan, telah tewas dalam operasi udara gabungan di daerah perbatasan distrik Marawera, Provinsi Kunar,” demikian ujar Radmanish dilansir Reuters, Jumat (15/6).

Terkait serangan itu, juru bicara militer AS di Afghanistan, Letkol Martin O’Donnel mengatakan bahwa pihaknya melakukan operasi antiteroisme dengan target pemimpin Fazlullah yang diduga bersembunyi di wilayah Kunar timur yang yang merupakan wilayah perbatasan Afghanistan dan Pakistan.

Seperti diketahui, Fazlullah salah satu pimpinan militan Taliban yang paling dicari karena terlibat dalam berbagai teror, termasuk pembantaian di sekolah di Peshawar yang menewaskan 132 anak pada 2014, dan pembunuhan di kota yang sama pada Desember 2017 silam.

Untuk memburu Fazlullah, pada Maret lalu Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan mkan hadiah US$ 5 juta demi mendapat informasi keberadaan sang tokoh militan itu.

Sebelum operasi militer tersebut, Taliban telah setuju adanya gencatan senjata selama tiga hari saat perayaan Idul Fitri. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani sudah mengumumkan gencatan senjata lebih dulu pada Kamis (7/6) lalu.

Meski begitu, Taliban mengatakan bahwa pasukan asing di Afghanistan tidak termasuk dalam gencata senjata yang mereka maksudkan. Operasi melawan mereka tetap akan berlangsung, Lebaran atau tidak.

Presiden Ghani juga mengecualikan ISIS dan kelompok militan lain dari gencatan senjata itu. Keputusan itu diambil setelah pertemuan sejumlah ulama besar Afghanistan yang mengeluarkan fatwa melawan bom bunuh diri yang dilakukan oleh militan ISIS.

Ghani mendukung keputusan itu dan mengumumkan bahwa gencatan senjata berakhir pada 20 Juni. Sebelumnya, sejak memerintah pada 2014, Ghani sudah menawarkan gencatan senjata melawan Taliban, namun baru kali gencatan senjata tanpa syarat terjadi. (Banyu)

Komentar

Continue Reading
Advertisement

Terpopuler