Connect with us

Hankam

Itali Meluncurkan Kapal Perang Terbaru Dengan Makna “Perang Salib”

Published

on

Itali Meluncurkan kapal Perang

Itali Meluncurkan kapal perang jenis Landing Helicopter Dock/Foto Naval News

NUSANTARANEWS.CO – Itali meluncurkan kapal perang terbaru jenis Landing Helicopter Dock (LHD) pada 25 Mei 2019, yang oleh Angkatan Laut Italia diharapkan dapat segera menggantikan kapal induk Giuseppe Garibaldi pada tahun 2022. Kapal yang diberi nama Trieste ini dibangun oleh Fincantieri, di Castellammare di Galangan kapal Stabia, Naples. Ini adalah kapal militer Itali terbesar yang dibangun setelah Perang Dunia Kedua dan akan menjadi kapal terbesar angkatan laut Italia bersama dengan Cavour.

Trieste adalah kapal perang multi-peran dan multi-fungsi paling modern yang dimiliki oleh Angkatan Laut Itali sekaligus sebagai simbol kemajuan inovasi teknologi yang dikembangkan oleh Itali. Kapal sepanjang 214 meter ini dapat melaju hingga kecepatan 25 knot. Sedangkan panjang dek landasan pacu mencapai 230 meter untuk lepas landas helikopter dan pesawat tempur.

Kapal LPH ini mampu membawa helikopter kelas berat EH10. Namun standarnya adalah 12 unit AW101 atau kombinasi dengan SH90A, dan AW129D. Sementara untuk jet tempur F-35B, jika diperlukan dapat membawa hingga 15 unit, serta pesawat pengangkut taktis V22 Osprey.

Di bawah dek hangar pesawat, kapal memiliki dermaga apung yang dapat membawa kapal pendarat amfibi seperti LCM (tipe Cantieri Navali Vittoria LCM23 baru), LCAC, dan kapal L-CAT (Landing Catamaran) yang lebih baru. Selain itu juga dapat membawa Ariete MBT, perusak tank B1 Centauro, dan 600 tentara.

Kapal amfibi serbaguna dan multimisi ini memang dirancang sebagai unit modular yang fleksibel untuk mendukung operasi di daerah krisis. Secara simultan kapal amfibi ini dapat mengerahkan pesawat terbang dan kendaraan amfibi, untuk menjalankan misi pendaratan.

Baca Juga:  Rusia Gelar Latihan Militer Terbesar Sejak Era Perang Dingin

Dengan kata lain, kapal serbu amfibi ini dapat mendekati pantai negara target, lalu menyerang dengan rudal dan jet tempur serta helikopter untuk membombardir pertahanan lawan. Setelah itu, mendaratkan 600 tentara dengan persenjataan berat mereka dengan menggunakan helikopter dan kapal pendarat. Dengan demikian, boleh dibilang kapal amfibi ini memiliki kemampuan serang bukan sekedar untuk pertahanan.

Keputusan membangun Trieste diambil pada tahun 2014 oleh pemerintah Renzi, yang pada mulanya akan digunakan oleh angkatan laut Itali, terutama untuk “kegiatan bantuan kemanusiaan”.

Kapal seharga 1.100 juta Euro ini merupakan bagian dari rencana pembuatan 9 (sembilan) kapal perang lainnya yang menelan biaya 5.427 juta Euro. Di antaranya, adalah dua unit kapal patroli angkatan laut berkecepatan tinggi, serta sisanya kapal serang untuk operasi pasukan khusus dalam menjalankan operasi perang rahasia.

Biaya final kapal multimisi ini kemungkinan akan lebih besar lagi dengan penambahan anggaran untuk pengadaan pesawat tempur F-35B dan helikopter, termasuk sistem eletronik dan persenjataannya pada tahun-tahun mendatang.

Upacara peluncuran memiliki makna lain ketika Vikaris Angkatan Bersenjata, Monseigneur Santo Marcianò, memuji sebuah salib besar pada haluan kapal, termasuk gambar-gambar suci dari Paus Wojtyla dan Padre Pio. Monseigneur Marcianò memuji “kekuatan iman” para pekerja dan berterima kasih atas tanda luar biasa yang telah memberkati kapal. Seperti pada waktu “Perang Salib” dan penaklukan kolonial.(Agus Setiawan)

Terpopuler