Connect with us

Mancanegara

Iran Membantah Tuduhan Sebagai Pelaku Penyerangan

Published

on

Iran membantah Tuduhan

Iran membantah tuduhan menyerang tanker di kawasan Teluk Persia/Foto: thestar.com

NUSANTARANEWS.CO – Iran membantah tuduhan sebagai pelaku serangan. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menolak dengan tegas tuduhan Amerika Serikat (AS) bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan pada hari Kamis (13/06) terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman.

Melalui cuitan tweeter, Zarif mengomentari pernyataan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang menyalahkan Iran atas serangan tersebut. “AS membuat tuduhan terhadap Iran tanpa bukti.” Zarif juga menambahkan Plan B Amerika: yakni menyabotase diplomasi Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dan menutupi serangan terorisme ekonominya terhadap Iran,” kata Zarif melalui tweeternya.

Zarif merujuk pada Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton, sebagai anggota Tim B, bersama pemimpin-pemimpin Israel dan Arab Saudi.

Seperti diberitakan, Washington telah menuduh Iran berada di belakang serangan terhadap dua tanker minyak baru-baru ini di Teluk Persia. AS mengklaim berdasarkan rekaman video buram yang dipublikasikan oleh situs web Komando Sentral AS sebagai bukti nyata keterlibatan Iran dalam serangan itu.

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa serangan itu menunjukkan Iran adalah pelaku semuanya. Sementara Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyerukan segera dilakukan penyelidikan independen.

“Sangat penting untuk mengetahui kebenaran dan sangat penting bahwa tanggung jawab diklarifikasi. Jelas itu hanya dapat dilakukan jika ada entitas independen yang memverifikasi fakta-fakta itu,” kata Guterres kepada wartawan.

Pejabat pertahanan AS menyatakan bahwa sebagian besar awak kapal kewarganegaraan Rusia dari kapal, Front Altair milik Norwegia, telah ditahan oleh Iran.

Loading...

Para awak kapal tersebut awalnya diselamatkan oleh kapal dagang, Hyundai Dubai, dan kemudian dibawa ke pelabuhan Iran. Sebelas awak adalah warga Rusia, Filipina (11) dan Georgia (1).

Inggris pada Jumat malam resmi bergabung dengan AS menuduh Iran sebagai aktor di balik serangan tanker tersebut. Juru bicara kantor luar negeri mengeluarkan pernyataan: “Hampir dapat dipastikan bahwa cabang militer Iran – Korps Pengawal Revolusi Islam –menyerang dua kapal tanker pada 13 Juni.

“Preseden serangan baru-baru ini terhadap kapal tanker minyak oleh Iran, juga investigasi yang dilakukan terhadap serangan empat kapal tanker minyak di dekat pelabuhan Fujairah pada 12 Mei, menyimpulkan bahwa serangan itu dilakukan oleh aktor negara yang canggih. Kami yakin bahwa Iran memikul tanggung jawab atas serangan itu.”

Duta Besar Iran untuk Inggris, Hamid Baeidinejad, mencecam klaim intelijen barat, dan mengatakan: mirip dengan “pemalsuan palsu selama Perang Dunia I, perang Vietnam dan perang Irak yang dirancang untuk memicu intervensi militer dan konflik bersenjata di berbagai belahan dunia, kata Dubes Iran, menanggapi laporan intelijen Inggris. (Banyu)

Terpopuler