Connect with us

Hankam

Ingin Menjadi Sniper?

Published

on

Ingin Menjadi Sniper

Ingin Menjadi Sniper. Ilustrasi foto: Sgt. Scott Sturkol/dvidshub.net

NUSANTARANEWS.CO – Ingin menjadi sniper? Sersan Michael Turner, instruktur di Army Sniper School Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa, pengetahuan dan keahlian seorang sniper sangat dicari oleh dunia sipil. Banyak organisasi dan lembaga sipil, termasuk pemerintah merekrut sniper yang telah meninggalkan dunia militer. Mereka melihat sniper sebagai seseorang dengan keterampilan yang mereka butuhkan, dan itu adalah keterampilan pria, keren juga, “kata Turner, tersenyum.

Layaknya seekor bunglon, sniper dapat menjadi vegan dalam hutan. Menyamarkan dirinya hingga tak terlihat, dengan sabar memburu mangsanya. Merayap, memanggul senapan dengan barrel khusus, serta perlengkapan pendukung seperti bipod, scope, dan suppresors.

Sniper memang bukanlah pekerjaan biasa, selain dibutuhkan keahlian menembak, juga harus memiliki keterampilan navigasi dan kecerdasan astronomi (navigasi bintang). Dan yang terpenting adalah disiplin dan kedewasaan – karena sniper biasa beroperasi terputus dari unitnya, baik di belakang maupun jauh di depan sehingga harus mampu melakukan apapun yang diperlukan.

Jauh berbeda dengan di film-film, sniper jarang beroperasi sendirian. Biasanya bekerja dengan pengintai (spotter) di tim dua. Peran spotter juga sering terabaikan dalam film, padahal perannya lebih penting dari sniper. Spotter adalah pemimpin tim dalam sebuah misi. “Spotter adalah seorang sniper yang sudah berpengalaman dalam penguasaan proses penembakan target,” ujar Sersan Christopher Rance, pemimpin tim kursus sniper di Army Sniper School Angkatan Darat Amerika Serikat (AS).

Menjadi seorang pengintai harus mampu mengidentifikasi semua perlengkapan yang mereka butuhkan di lapangan untuk menjalankan sebuah misi, termasuk memeriksa persiapan misi dan hubungan dengan tim komando. Begitu mereka berada di lapangan, pengintai memegang kendali.

Baca Juga:  Bersama Kenangan Aku Masuk ke Hutan

“Dialah sebenarnya yang mengidentifikasi target,” kata Rance. “Dia … menyampaikan informasi itu kepada sniper, memberi perintah menembak target yang tepat. Bila meleset, segera mengkoreksi dengan cepat untuk bidikan kedua ke arah target.”

Jadi untuk menjadi sniper tidak ujuk-ujuk langsung menembak. Mereka harus merasakan langsung panasnya api dilapangan. “Selama tujuh minggu kursus, Anda belajar mendeteksi, mengidentifikasi, memutuskan, melibatkan, dan menilai,” kata Sersan Michael Turner, seorang instruktur di Army Sniper School.

“Di sini, kami memiliki orang-orang dengan gelar sarjana … dengan latar belakang berbeda. Gelar saya adalah sarjana jaringan komputer dan cybersecurity, dengan fokus pada forensik digital. Tapi saya adalah seorang sniper,” ujar Turner.

“Saya mengajarkan kepada orang-orang ini adalah … menggunakan perspektif mereka,” kata instruktur senior sniper Sersan Rueben Keenan. “Apa yang kamu lihat? Berapa persentase dari apa yang Anda lihat? Beri saya ukuran, warna, bentuk. Saya membutuhkan semua informasi semacam itu, hingga hampir ke tingkat molekuler. Bahkan termasuk detail astronomi.”

Ada beberapa aspek teknis yang fokus besarnya pada matematika. Misalnya untuk menganalisis angin dan jarak. Apalagi sembilan puluh persen pekerjaan sniper adalah mengintai, meski sebetulnya mencakup banyak beragam aspek. Belum lagi mereka sering beroperasi tanpa bantuan unit untuk jangka waktu yang lama dan dengan persediaan terbatas, sehingga mereka harus mengelola sumber daya mereka dengan benar.

“Ada banyak hal dalam pekerjaan ini yang tidak dipikirkan oleh banyak orang. Saya punya orang-orang yang datang ke sini dan tidak tahu lingkungan mereka, tetapi pada saat mereka pergi dari sini, mereka mendengar gnats, “kata Keenan. “Hal-hal yang belum pernah mereka lihat sepanjang hidup mereka. Ini adalah sebuah perspektif yang sepenuhnya baru. ”

Baca Juga:  Pigai Geram Dengar Ada Intimidasi Terhadap Ustadz Abdul Somad

Bayangkan tentang kepala kecil dan mereka terus banyak bergerak. Itu bukan target yang mudah. Sedangkan sniper biasanya selalu mencari kesempatan yang baik untuk menembak.

Bila kehilangan target, reaksi pertama sniper kemungkinan adalah mencari perlindungan, lanjut Rance. “Jadi, sebagai sniper, pada kenyataannya hanya memiliki satu kesempatan baik untuk menembak target sebelum pergi.”

Sekarang memang banyak kemajuan teknologi di medan perang, tetapi gagasan kemajuan itu menghapus sniper adalah “benar-benar salah,” tukas Turner.

“Kami memang memiliki segalanya: pesawat tak berawak, robot, bahkan satelit. Tapi kami masih membutuhkan informasi real time di medan perang untuk menjaga agar tentara tetap aman,” tegas Turner. Merekalah Sniper dan Spotter. Baca peran penting seorang sniper dalam sebuah misi penyergapan.(US DoD News)

Editor: Alya Karen

Loading...

Terpopuler