Connect with us

Hankam

Peran Penting Seorang Sniper Dalam Sebuah Misi Penyergapan

Published

on

Peran Penting Seorang Sniper Peran Penting Seorang Sniper

Peran Penting Seorang Sniper dalam sebuah misi penyergapan. Tampak sniper dan pengintai dengan pakaian ghillie buatan sendiri./Foto: DOD News.

NUSANTARANEWS.CO – Peran Penting Seorang Sniper. Melalui kacamata penglihatan malamnya, Sersan Johnson mengintai sebuah rumah yang menjadi target operasinya di Irak. Setelah mengamati sejenak, tanpa mengeluarkan suara, dengan kode tangan memerintahkan pasukannya untuk bergerak maju perlahan-lahan menghampiri rumah tersebut – berdasarkan laporan intelijen di dalamnya ada target yang bernilai tinggi. Johnson dan pasukannya juga menyadari bahwa di sana ada pengawal bersenjata yang menjaga lokasi target, tetapi mereka tidak menduga akan berhadapan dengan mereka, kisah Johnson mengenang peristiwa tiga belas tahun yang lalu, tepatnya pada 2006.

“Tepat ketika kami hendak menghancurkan sudut bangunan, tiba-tiba seorang lelaki dengan senjata AK-47 muncul tanpa sepengetahuan kami, ceritanya.

Tapi kami selamat berkat seorang sniper yang menembaknya pada saat yang tepat. “Ketika kami berbelok di tikungan, sniper melakukan tembakan yang sangat terarah dan sempurna,” kenang Johnson. “Jika tidak ada sniper di sana, orang itu … pasti akan menembak salah satu dari kita.”

“Sangat luar biasa tembakannya. Meleset satu kaki saja ke kanan, bisa mengenai salah satu dari kita,” ujar Johnson.

Demikian Mayor Brett Johnson, mengisahkan pengalamannya sewaktu masih menjadi sersan Angkatan Darat Amerika dari Batalion Ranger ke-1.

Sniper

Dalam situasi baku tembak segala hal berlangsung dengan cepat. Bahkan teknologi tercanggih pun tidak selalu dapat mengikuti perubahan medan pertempuran. Itulah mengapa keterampilan mengintai seorang sniper dan kemampuannya untuk menyampaikan informasi cerdas kepada komandannya menjadi sangat penting.

“Kami punya pesawat tak berawak, kami punya robot, kami punya semua jenis barang … tapi kami masih membutuhkan informasi medan perang secara real time yang membuat tentara tetap aman,” kata Sersan Michael Turner, seorang instruktur kursus sniper.

Menjadi seorang sniper tidaklah mudah. Kursus kualifikasi sekolah Sniper di Fort Benning, Georgia, mencapai tujuh minggu lamanya, dan setiap cabang militer atau agen federal dapat mengirimkan kandidatnya.

Dibutuhkan seseorang yang tahu bagaimana mengelola sumber daya dengan kesabaran yang tinggi untuk mengamati dan menunggu sesuatu terjadi. “Itulah mengapa Anda membutuhkan seorang prajurit yang lebih disiplin dan cerdas untuk memproses emosi itu,” kata Turner.

“Mereka adalah orang-orang yang paling sabar yang pernah saya temui dalam hidup saya,” kata Johnson menambahkan.

Misalnya, menguntit saja. Mereka menggunakan pakaian ghillie buatan sendiri – seragam kamuflase untuk pertahanan dan perlindungan dalam segala cuaca – di mana para calon sniper bisa “menjadi vegan” dengan merangkai tumbuh-tumbuhan ke dalam pakaiannya agar dapat berbaur dengan lingkungannya. Mereka menghabiskan beberapa jam berikutnya untuk bergerak merayap dengan kecepatan siput di hutan. Tujuannya adalah menembak instruktur yang mencari mereka.

Menurut instruktur sekolah banyak kandidat yang gagal dalam bagian ini.

Ada pula aspek teknis, di mana mereka harus selalu menyempurnakan keterampilan mereka untuk setiap keadaan yang mungkin terjadi, termasuk angin dan jarak.

“Jika saya beroperasi di lingkungan pedesaan seperti Afghanistan, saya memiliki garis pandang yang jauh lebih luas, dan biasanya saya akan berada di ketinggian. Artinya saya harus meyesuaikan sistem senjata saya untuk jarak yang lebih jauh,” kata Sersan, Christopher Rance, ketua tim kursus sniper Angkatan Darat. “Sementara dalam lingkungan perkotaan, banyak hal lebih cepat, jauh lebih dinamis, dengan jarak pandang yang lebih pendek.”

Banyak tentara yang kami ajak bicara pada kunjungan kami ke “Sekolah Sniper” Angkatan Darat mengatakan bahwa mereka merasa lebih aman bila mengetahui ada seorang penembak jitu mengawasi punggung mereka. Begitu juga mereka yang telah diselamatkan oleh mereka di masa lalu.

“Peran penting mereka di medan perang untuk mengamati dan melaporkan dan kemudian mengambil bidikan paling kritis saat dibutuhkan adalah keterampilan yang luar biasa,” kata Johnson. (Katie Lange, DOD News).

Loading...

Terpopuler