Connect with us

Hankam

Indonesia Mampu Meningkatkan F-16 Setara Blok 52ID Secara Mandiri

Published

on

Indonesia Mampu Meningkatkan F-16

Indonesia Mampu Meningkatkan F-16 secara mandiri/foto: militaryleak.com

NUSANTARANEWS.CO – Teknisi Indonesia mampu meningkatkan F-16 secara mandiri. Angkatan Udara Indonesia meluncurkan jet tempur F-16 fighting falcon perdana yang ditingkatkan pada 18 Februari 2020. Jet tempur dengan nomor seri TS-1610 melesat dengan mulus ke udara di Pangkalan Angkatan Udara Indonesia Iswahjudi di Magetan, Jawa Timur.

Sistem avionik F-16 TS-1610 telah ditingkatkan setara dengan Blok 52ID. Selain itu melalui proyek EMLU-Falcon STAR ini juga, diinstal sistem Missile Beyond Visual Range (BVR), yang memiliki jangkauan lebih dari 30 kilometer dan  AMRAAM yang berjarak sekitar 110 kilometer. Termasuk juga Fire Control Radar dan JDAM (Joint Direct Attack Munitio), bom yang berpemandu laser.

Dengan peningkatan ini, kemampuan airframe, avionic, dan armament system F-16 dioptimalkan menjadi 8.000 actual flying hours. Dengan kata lain, masa dinas pesawat dapat diperpanjang lebih dari 20 tahun. Pekerjaan peningkatan F-16 ini dilakukan para teknisi lokal yang disupervisi langsung oleh Lockheed Martin.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan bahwa pencapaian ini menjadi bukti bahwa, teknisi Indonesia juga mampu melakukan peningkatakan jet tempur secara mandiri, Kata KASAU dengan bangga dalam sebuah keterangan pers pada rabu (19/2)

Sementara proses peningkatan sembilan pesawat tempur yang lainnya terus berjalan hingga beberapa tahun ke depan. TNI AU mengoperasikan beragam F-16A/B Block 15 OCU dan F-16C/D Block 32+. Dua F-16 A/B mengalami kecelakaan sehingga menyisakan hanya sepuluh unit saja.

Seperti diketahui, Amerika Serikat (AS) melakukan embargo senjata terhadap Indonesia dari tahun 2000 hingga 2005 yang mengakibatkan skuadron F-16 TNI AU mengalami kesulitan karena kekurangan suku cadang. Pada tahun 2005, AS mencabut embargo sekaligus menghibahkan 30 jet tempur F-16 – yang kemudian ditingkatkan menjadi 24 jet tempur setara F-16 Blok 52ID dengan biaya sekitar US$ 750 juta. Bersamaan dengan itu, AS bahkan menawarkan F-16 versi terbarunya Blok 72 Viper untuk memenuhi standar MEF (Minimum Essential Force) Fase III TNI AU pada 2020-2024.

Baca Juga:  Selundupkan Sabu, Wong Seng Ping Dibekuk KPPBC Juanda Surabaya

Dengan keberhasilan ini, Kepala Staf TNI AU berharap pihak-pihak yang terkait dapat meningkatkan kerjasama dengan lebih baik lagi ke depannya bersama TNI AU. Sehingga tidak hanya mampu meningkatkan sembilan pesawat F-16 yang tetapi juga mampu meningkatkan pesawat tempur lainnya.

“Saya optimistis, keberhasilan perdana ini, ditambah dengan adanya masukan yang konstruktif dari Lockheed Martin, akan menjadi pembuka jalan dalam percepatan proses upgrade sembilan pesawat F-16 A/B lainnya,” pungkas KSAU. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler