Connect with us

Mancanegara

Terkuaknya Penindasan Terhadap Etnis Uighur di Xinjiang

Published

on

Terkuaknya Penindasan Terhadap Etnis Uighur di Xinjiang

Terkuaknya Penindasan Terhadap Etnis Uighur di Xinjiang

NUSANTARANEWS.CO – Terkuaknya penindasan terhadap etnis Uighur. Beijing telah berusaha selama puluhan tahun untuk mengendalikan wilayah barat Xinjiang ini, di mana orang-orang Uighur telah lama membenci pemerintahan tangan besi Beijing. Betapa tidak bila menumbuhkan jenggot atau mengenakan jilbab saja telah dianggap sebagai tindakan kriminal, dan dijadikan pembenaran untuk mengirim orang-orang Uighur ke kamp-kamp tahanan.

Apalagi setelah serangan gerilyawan yang meledakkan bom di stasiun kereta api di ibukota Xinjiang pada 2014, Presiden Xi Jinping langsung meluncurkan apa yang disebutnya “Perang Rakyat Melawan Teror” yang secara drastis mengubah Xinjiang menjadi negara polisi.

Kementerian Luar Negeri Cina dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa tidak ada masalah isu hak asasi manusia (HAM) di Kawasan Otonomi Xinjiang Uygur. Kemlu menegaskan berkali-kali bahwa kebijakan Beijing di sana sebagai upaya untuk menumpas terorisme dan mencegah orang-orang berubah menjadi radikal.

Gubernur Xinjiang Shohrat Zakir mendukung langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Cina untuk menjaga stabilitas di wilayah itu. Zakir juga menegaskan bahwa, “percobaan apa pun yang merusak stabilitas kawasan itu akan dihancurkan, ucap Zakir sambil mengkritik campur tangan Amerika Serikat (AS) yang semakin meningkatnya terahdap urusan dalam negeri Cina.

Seperti diberitakan, kelompok HAM yang berbasis di Amerika Serikat (AS) mengaku bahwa mereka telah memperoleh sebuah dokumen yang diyakini merupakan catatan dari daftar etnis Uighur yang dikirim ke kamp-kamp konsentrasi Cina.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada Selasa (18/02), kelompok Proyek HAM Uighur tersebut mengungkapkan isi dokumen setebal 137 halaman tersebut yang berisi daftar nama-nama dan alamat dari 311 orang tahanan, serta alasan penahanannya. Bahkan banyak orang Uighur dimasukan ke kamp tahanan tanpa melalui proses pengadilan.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Resmikan Empat Ruas Tol Trans Jawa

Dokumen yang dikenal sebagai “daftar Karakax” itu dianggap sangat kredibel karena sejumlah orang yang ada di dalam daftar tersebut telah diidentifikasi. Daftar Karakax ini juga semakin menguatkan bukti bahwa, “Beijing telah melakukan tindakan semena-mena terhadap etnis minoritas Uighur.”

Sedikit demi sedikit, penindasan terhadap etnis Uighur semakin terkuak meski diklaim oleh Beijing sebagai upaya untuk “mendidik kembali” dalam rangka memerangi ekstremisme agama.

Terlepas dari itu, Xinjiang memiliki arti strategis bagi Beijing, karena wilayah otonom ini memiliki cadangan minyak yang besarnya setara dengan Irak. Sejauh ini, seperlima dari produksi minyak dan gas Cina berada di wilayah barat laut ini. (Agus Setiawan)

Loading...

Terpopuler