Connect with us

Ekonomi

Ekonom Konstitusi Apresiasi Atisipasi Dini Pertamina Hadapi Bulan Suci

Published

on

Pemilu 2019 dan Pertamina. (Foto: Ilustrasi/NUSANTARANEWS.CO)

Pemilu 2019 dan Pertamina. (Foto: Ilustrasi/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori mengatakan, persiapan dan Antisipasi Dini (Early Preparation and Anticipation) yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertamina selama Ramadhan 1440 H dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H dalam penyediaan dan pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk masyarakat telah dilakukan dengan baik.

Walaupun, kata dia, di awal bulan Ramadhan terdapat kelangkaan gas elpiji 3 kg di daerah Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat yang bersifat lokalistik.

“Selain ketersediaan BBM yang harus disiapkan oleh Pertamina dalam jumlah yang memadai berdasarkan jumlah permintaan per regional, maka stabilisasi harga selama bulan Ramadhan relatif dapat dikendalikan menunjukkan bekerjanya manajemen BUMN ini,” kata Defiyan, Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Menurut dia, persiapan Pertamina sejak awal menghadapi hari besar ummat Islam ini telah tampak pada profesionalisme Direksi dan jajaran manajemen Pertamina yang mampu memproyeksikan kenaikan konsumsi BBM selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 H sejumlah 15%., yaitu dari rata-rata 92.625 Kilo Liter (KL)menjadi 107.165 KL untuk jenis gasoline (bensin).

“Hal ini didasarkan pada koordinasi proyeksi bersama Kementerian Perhubungan yang menyampaikan adanya kenaikan jumlah pemudik lebaran Tahun 2019 ini sejumlah 13%,” ujarnya.

Untuk hal itu, lanjut Defiyan, Pertamina juga menyiagakan 6.594 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia dengan sebaran terbesar berada di Pulau Jawa dan Madura, yaitu 3.400 SPBU, jalur arteri pantura sejumlah 257 SPBU, di dalam jalur Tol 44 SPBU dan 519 SPBU di jalur pantura bagian selatan.

Bahkan, kata dia, untuk BBM tambahan pun, telah disiapkan pula sarana yang dijalankan oleh satuan tugas (dimasa satgas) yaitu mobil dispenser sejumlah 26 unit, motor kemasan 200 unit, kios khusus Pertamax 67 titik, dan buffer tank BBM 115 unit. “Jadi ada tambahan pasokan yang disediakan selama masa satuan tugas yang ditetapkan waktunya oleh Pertamina di 67 titik dan 315 unit,” ucapnya.

Baca Juga:  Interaksi Aktif Seorang Ayah Bisa Bikin Anak Cerdas

Defiyan juga menyampaikan,persiapan Pertamina di bulan Ramadhan dan selama Idul Fitri 2019/1440 H tak jauh berbeda dengan Tahun 2018 lalu. Hanya saja dengan adanya tambahan jalur Tol baru, terlihat kesiapan Pertamina dalam menyiapkan kebutuhan untuk jalur baru ini semakin sigap dan antisipatif.

“Kesigapan ini patut memperoleh penghargaan publik karena kesiapan Pertamina untuk melayani jalur baru ini sangat menunjang kinerja Kementerian lain. Kreatifitas dan Inovasi manajemen dalam pengembangan produk dan tempat pelayanan BBM juga semakin berkembang, semakin mendekatkan pada konsumen, seperti mobiler dan portable BBM serta BBM kemasan yang dapat mengurangi antrian di SPBU konvensional,” paparnya.

Barangkali, hemat Defiyan, yang mungkin harus disiapkan dan diantisipasi oleh Pertamina adalah kesiapsiagaan masing-masing SPBU dalam menghadapi kecelakaan atau musibah di dalam SPBU. Sebaiknya skema peringatan dini (Early Warning System/EWS) harus disampaikan ke semua SPBU sehingga sejak dini keamanan dan keselamatan SPBU dapat terjamin, terutama di daerah pinggiran dan terluar (remote area).

“Last but not least, penyediaan sarana mobiler; mobil dan motor serta BBM kemasan patut diacungi jempol dan semoga slogan Pasti PAS nya juga semakin lengkap atas kesiapan Pertamina untuk melayani konsumen negeri ini. Melengkapi semua itu adalah, bahwa BUMN yang merupakan masih 100 persen saham negara ini semakin membuktikan profesionalisme dan kinerja ekonomi konstitusinya, jauh dari citra yang selama ini diasosiakan pada BUMN, bahkan yang sudah IPO di pasar bursa sekalipun. Hebat (Great) Pertamina!,” tandasnya. (SS/NN)

Editor: Achmad S.

Terpopuler