Connect with us

Politik

Cawapres Joko Widodo Ternyata Bukan Kejutan!

Published

on

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma'ruf Amin saat berkhutbah pada pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 di Masjid Raya Hubbul Wathan, Islamic Center, Mataram, 23-25 November 2017. Foto: Dok. Munas Alim Ulama 2017

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin saat berkhutbah pada pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 di Masjid Raya Hubbul Wathan, Islamic Center, Mataram, 23-25 November 2017. Foto: Dok. Munas Alim Ulama 2017

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Joko Widodo mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden guna menghadapi Pilpres 2019 mendatang. Pria yang akrab disapa Jokowi itu mengumumkan cawapresnya di di Restoran Plataran Menteng, Jl HOS Cokroaminoto No 42, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018) petang. Tepat H-1 batasan pendaftaran capres-cawapres sebagaimana telah ditetapkan Komisi Pemilhan Umum (KPU).

Di saat yang sama, Jokowi juga mengumumkan KH Ma’ruf Amin sosok yang akan mendampinginya untuk menghadapi pesta demorkasi Pemilihan Presiden 2019. Kenyataan ini sekaligus menepis spekulasi sebelumnya yang menyebut Mahfud MD sebagai calon terkuat yang dipilih Jokowi.

Diketahui, di sejumlah media massa nasional nama Mahfud MD disebut-sebut paling kuat sebagai pendamping Jokowi. Bahkan detik-detik menjelang pengumuman, nama Mahfud MD sangat kuat.

Baca juga: Sosok Komplet KH Ma’ruf Amin Cawapres Jokowi

Namun, spekulasi tersebut akhirnya terjawab saat Jokowi mengumumkan dirinya sebagai capres dan KH Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya.

Dipilihnya Jokowi dan KH Ma’ruf Amin sebagai capres dabn cawapres 2019 didukung dan disetujui oleh 9 partai politik di antaranya PDIP, Nasdem, PKB, PPP, Golkar, Hanura, PKPI, PSI dan Perindo. Sejumlah ketua umum parpol-parpol tersebut mendampingi Jokowi mengumumkan dirinya dan KH Ma’ruf, sekaligus meneken persetujuan pencalonan keduanya.

Terlepas dari itu, nama KH Ma’ruf Amin bukanlah sosok baru dalam dunai perpolitikan nasional. Ulama berusia 73 tahun ini pernah menjabat sebagai anggota MPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Ketua Komisi VI DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Baca juga: Ma’ruf Amin Cawapres Jokowi

Di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, KH Ma’ruf menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden selama periode 2007-2009 dan 2010-2014.

KH Ma’ruf juga tercatat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Rais Aam (Ketua Umum) Syuriah PBNU periode 2015-2020.

Selanjutnya, dipilihnya KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi tentu bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Pasalnya, dalam sejumlah survei nasional elektabilitas KH Ma’ruf Amin cukup tinggi. LSI Denny JA misalnya menyebutkan bahwa dari segi tokoh agama, terutama untuk membantu Jokowi soal pengelolaan isu-isu umat dan kebangsaan, KH Ma’ruf berada di posisi teratas yakni 21 persen.

Demikian pula sejumlah pengamat menyebut sosok KH Ma’ruf Amin merupakan figur yang merepresentasikan Islam dan diterima oleh semua pihak, sehingga memang layak dipilih Jokowi menjadi calon wakil presiden pada Pemilu 2019.

Baca juga: Ma’ruf Amin Layak Jadi Cawapres Jokowi

Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin akan menjadi representasi kekuatan nasionalis–relijius. Dan juga akan meminimalisir polarisasi dalam kontestasi politik 2019 di akar rumput,” ujar Ketua Umum Rumah Gerakan 98 Bernard AM Haloho, Senin (6/8).

Selain itu, sosok KH Ma’ruf Amin dinilai selain dapat diterima oleh semua pihak dan meminimalisir perpecahan pasca Pilpres, juga akan mampu meningkatkan ekonomi berbasis syariah yang saat ini mengalami pertumbuhan signifikan di Asia.

Dan dalam beberapa kesempatan, KH Ma’ruf Amin menegaskan dirinya siap jika negara memanggil untuk mendampingi Jokowi di Pilpres mendatang. “Kalau kita bangsa, negara, kita para ulama diminta negara harus siap. Itu pasti kita siap,” katanya.

Baca juga: 4 Skenario Cawapres Jokowi Menurut Hasil Survei

Dengan dipilihan KH Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden mendampingi Jokowi, berarti bursa cawapres mantan walikota Solo itu sudah tidak berlaku lagi. Sebab, hampir setahun terakhir, sejumlah nama bermunculan ke permukaan yang tampak seperti bersaing sengit ingin menajadi cawapres Jokowi di antaranya Muhaimin Iskandar, Romahurmuziy, Sri Mulyani, Airlangga Hartarto, Budi Gunawan, Mahfud MD, Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono, Gatot Nurmantyo, Moeldoko, hingga Tuan Guru Bajang.

Namun, kesemua nama tersebut kandas usai Jokowi mengumumkan KH Ma’ruf Amin sebagai pendampingnya guna menghadapi Pilpres 2019. (bya/aly/red/edd)

Editor: Banyu Asqalani & Eriec Dieda

Komentar

Advertisement

Terpopuler