Connect with us

Politik

4 Skenario Cawapres Jokowi Menurut Hasil Survei

Published

on

Manuver Elektabilitas Menuju Pilpres 2019

Menuju Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. (Foto: Vote Indonesia)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyuguhkan empat skenario untuk Joko Widodo dalam memilih calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya menghadapi Pilpres 2019 mendatang.

Meskipun Jokowi disebut-sebut telah mengantongi nama cawapresnya, namun hingga kini publik masih cenderung belum tahu siapa sosok yang dimaksud.

Sejumlah lembaga survei pun mulai berspekulasi. LSI Denny JA kemudian melakukan survei untuk memprediksi sekaligus memberikan pandangan alternatif terkait cawapres yang pas mendampingi Jokowi.

Baca juga: Gara-gara #2019GantiPresiden, Jokowi Terancam Tak Berlanjut Dua Periode

Survei LSI Denny JA dilakukan pada 28 Juni-5 Juli 2018 menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah responden sebanyak 1.200 dan proses pengumpulan data melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Dan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

Loading...

Pertama, jika skenarionya harus sosok dari petinggi partai politik, LSI Denny JA menempatkan tiga nama teratas di antaranya Ketum Golkar Airlangga Hartarto (35,7%), Ketum PKB Muhaimin Iskandar (21,5%), dan Romahurmuziy (16,0%).

“Airlangga Hartarto (Ketum Golkar) adalah Cawapres dengan eletabilitas tertinggi dari partai politik,” katanya dikutip dari hasil survei LSI Denny JA, Kamis (12/7/2018).

Baca juga: Airlangga Hartarto dan Budi Gunawan Jadi Cawapres Potensial Jokowi

Kedua, jika skenarionya agar pertumbuhan ekonomi membaik maka Jokowi dinilai memiliki tiga pilihan di antaranya Sri Mulyani (32,5%), Susi Pudjiastuti (24,6%) dan Chairul Tanjung (17,0%).

“Sri Mulyani adalah cawapres dengan elektabilitas tertinggi untuk isu ekonomi,” kata survei LSI Denny JA.

Ketiga, jika dinilai dari segi pertahanan dan keamanan, LSI Denny JA menempatkan nama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di posisi teratas dengan angka 32,6%, Mantan Panglima TNI Moeldoko 29,0% dan Menkopolhukam Wiranto sebesar 25,7%.

Baca Juga:  Enzo Zenz Allie Diterpa Isu Simpatisan HTI, Calon Prajurit TNI Harus Setia Pada Pancasila dan Konstitusi

Baca juga: BG dan Cak Imin, Dua Nama Terkuat Cawapres 2019

Skenario keempat dari tokoh agama. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin berada di posisi teratas dengan 21,0%, tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin 17,2%, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang 12,3% dan Mantan Ketua MK Mahfud MD 9,5%.

Muara dari semua itu, survei LSI Denny JA menemukan bahwa sebanyak 80,7% publik menginginkan Pilpres 2019 mendatang menghasilkan pemerintahan yang kuat untuk menumbuhkan ekonomi. “Isu pemerintahan yang kuat yang menumbuhkan ekonomi lebih tinggi diinginkan publik dibanding pemerintahan yang bersih dan pemerintahan yang menjalankan hak asasi manusia,” katanya.

Baca juga: Mengapa Serba Cawapres?

Sedangkan pemerintahan yang kuat menurut responden terdiri dari empat kriteria di antaranya pemerintah didukung oleh mayoritas DPR, presiden didukung oleh pelaku bisnis/dunaia usaha dalam dan luar negeri, presiden mampu mengendalikan aparat hukum dan keamanan serta presiden didukung oleh mayoritas pemuka agama yang berpengaruh. (red/nn)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler