Connect with us

Lintas Nusa

Bawaslu Kendal Panggil Kades Tamangede Dilaporkan Kampanye di Medsos

Published

on

Ketua Bawaslu Kendal Odilia Amy Wardayani. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Udin)

Ketua Bawaslu Kendal Odilia Amy Wardayani. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Udin)

NUSANTARANEWS.CO, Kendal – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kendal memanggil Kepala Desa Tamangede, Gemuh, yang dilaporkan diduga telah melanggar netralitas dalam Pemilu.

“Kami sudah lakukan klarifikasi terhadap Kades Tamangeda NS kemarin. NS sebelumnya dilaporkan seseorang ke Bawaslu Jateng terkait netralitas dia sebagai Kades dalam Pemilu,” kata Ketua Bawaslu Kendal Odilia Amy Wardayani, Rabu (3/4/2019).

Baca Juga:

Klarifikasi tersebut dilakukan di Kendal karena Bawaslu Jateng sudah melimpahkan berkas laporan yang menyebut nama Kades Tamangede kepada Bawaslu Kendal.

“Adalah tugas Bawaslu Kendal menindaklanjuti hal ini, karena laporan masyarakat atas nama NS ke Bawaslu Jateng dilimpahkan ke sini,” susul Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kendal Ubaidillah.

Bawaslu menerangkan bila pihaknya masih mendalami laporan tersebut melalui klarifikasi pihak terlapor Kades NS dan saksi-saksi.

“Selanjutnya, rapat pimpinan akan mengkaji status laporan, bukti-bukti dan keterangan para pihak,” lanjut Ubaidillah.

Diketahui, Nur Sikoh dilaporkan seseorang ke Bawaslu Jateng karena mengunggah foto dirinya dengan gestur empat jari di akun facebook pribadi. Diduga, tindakan tersebut sebagai bentuk mengkampanyekan caleg. Karena suami dari Kades NS, Eko Subiyanto, saat ini calon DPRD Kendal nomor urut empat yang diusung PKB.

Terkait netralitas aparatur pemerintah desa, Bawaslu Kendal baru-baru ini juga memanggil Budi Ristanto (BR) Sekdes Sendang Dawung, Kangkung dan Siswanto Sekdes Gempolsewu, Rowosari karena didapati berada di lokasi kampanye Caleg DPR RI Dapil Jateng I Juliari P Batubara dan DPRD Dapil 6 Munawir dari PDIP.

Para saksi telah dimintai kesaksiannya. Apakah keduanya melanggar aturan Pemilu atau aturan lainnya, Bawaslu Kendal masih mengkajinya.
(Setya/nn)

Editor: Achmad S.

Terpopuler