Connect with us

Ekonomi

Bandingkan Rezim Sebelumnya, Direktur IDM: Pemerintahan Jokowi-JK Jauh Lebih Neoliberal

Published

on

Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di sela-sela acara Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 24 Juli 2017. Foto: Dok. Sekretarian Kepresidenan

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Saat disinggung mengenai paket kebijakan ekonomi dan politik Presiden Jokowi, Direktur Ekekutif Indonesia Development Monitoring (IDM) Bin Firman Tresnadi menyebut pemerintahan Jokowi-JK jauh lebih neoliberal dibandingkan rezim-rezim sebelumnya. Buktinya, lanjut dia, Presiden Jokowi bersama menteri-menterinya sudah sibuk ‘menjajakan’ Indonesia kepada investor asing melalui berbagai forum.

“Satu persatu layanan publik strategis dan barang publik sudah diserahkan ke mekanisme pasar. Salah satunya jalan tol Becakayu yang baru saja diresmikan,” ungkap Firman Tresnadi, saat dihubungi Nusantaranews.co, Rabu (7/2/2018).

Sementara itu, secara terpisah Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Muhammad Rusdi (4/2/2018) menjelaskan, swastanisasi aset negara diberbagai sektor, bagi dinilai merupakan kebijakan berpihak yang berpihak kepada rakyat.

“Pak Jokowi bangun infrastruktur, ingin mengembangkan ekonomi, namun setelah kita analisis dari beberapa aspek ternyata pekerjanya dari Cina,” ungkap Rusdi.

“Saya sudah cek salah satu semen di Banten. Pembangunan insfrastruk meningkat, tapi permintaan semen sesuai data semen di dalam negeri stagnan. Kabarnya semen dari Cina datang,” katanya.

Rusdi berkesimpulan, semua pembangunan infrastruktur yang saat ini digencarkan Jokowi semata-mata hanya untuk kepentingan jangka panjang Cina di Indonesia. “Artinya terlihat bahwasannya, kerja-kerja Pak Jokowi ini bukan untuk rakyat tapi berada di bawah tekanan investasi dan hegemoni negara lain,” tegasnya.

Pewarta: G. Wibisono
Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler