Connect with us

Inspirasi

Anton Charliyan: Kepemimpinan Harus Digali Sesuai Kearifan Lokal

Published

on

Anton Charliyan (Tengah) bersama masyarakat adat Sunda (Foto kabarpriangan)

NUSANTARANEWS.CO – Dewan Keramaan Adat Sunda sekaligus bakal calon gubernur Jawa Barat, Anton Charliyan ternyata memiliki perspektif tersendiri tentang sosok pemimpin di Nusantara. Ada prinsip kepemimpinan local wisdom yang terus dipegang oleh dirinya.

Bagi mantan Kapolda Jabar tersebut, sebuah pemerintahan hanya akan bisa dijalankan dengan menggunakan prinsip kepemimpinan yang lahir dari akar adat istiadat sesuai tempat itu sendiri.

“Sekarang prinsip-prinsip kepemimpinan kita ini lebih banyak berorientasi kepada prinsip kepemimpinan Barat. Sementara kita ini adalah orang timur,” ungkap putra daerah Tasikmalaya tersebut.

Menurut penulis buku Master Leadership ini, satu teori akan lebih mengakar dan membumi apabila sesuai dengan adat istiadat. “Makanya saya membuat buku yang disesuaikan dengan adat tradisi dan budaya timur. Khususnya budaya Indonesia,” ujar Anton.

“Saya ingin kembali mengenalkan dan menggali kearifan-kearifan lokal yang ada di seluruh Nusantara,” sambungnya.

Misalkan orang Sumatra, kata Anton model kepemimpinan yang gali sesuai dengan yang ada di Sumatra. Begitupun dengan orang yang di Sulawesi menggali yang di Sulawesi. Orang Sunda menggali yang di Sunda. Orang Jawa menggali yang di Jawa.

“Sehingga itu menjadi puncak budaya daerah. Karena puncak budaya nasional itu merupakan puncak budaya daerah,” tegas Anton Charliyan. (*)

Pewarta/Editor: Romandhon

Advertisement
Advertisement

Terpopuler