Puisi  

Annisa Hubabah, Muyek

puisi doa awal tahun, doa awal tahun, puisi rahmat akbar, rahmat akbar, puisi doa, puisi indonesia, puisi penyair indonesia, puisi nusantara, puisi januari, saranjana, nusantaranews, nusantara news, puisi cinta
Tuhan, sisakan aku satu cinta saja; Doa. (Foto: Ilustrasi/Instagram.com/aghniapunjabi)

Annisa Hubabah, Muyek
Puisi karya Al Biakra

 

Annisa Hubabah
;Se jhube’

Alunan rindu kian menyapa
Namamu gemuruh membius sukma.
Nelangsa bila kau dan aku tak dapat bersua, lantaran
Ingin sekali ku lepas dahaga yang ada. Hingga
Sayup-sayup rindu berguguran, saat
Angan-angan duduk bersanding mesra diranjang plaminan.

Hai gadis buruk rupa pujaanku,
Untukmu, untukku, cinta itu berlabuh.
Biarkan segalanya berlabuh,
Agar kita tak berteduh di bawah payung gelap gulita masa lalu.
Biarkan semuanya menjauh,
Agar kita tak sibuk meratapi puing-puing lapuk. Sedang kita telah
Hinggap di istana yang indah nan megah.

Annuqayah, 2019

 

Muyek

22:30 WIB
Lonceng berisyaratkan kematian
Lampu-lampu berkejaran meninggalkan keramaian,
Lalu para penyair beranjak
Mengarungi lautan mimpi tak bersajak.

23:30 WIB
Muyek-muyek berserakan
Hasrat-hasrat ditebarkan,
Hingga nafsu membara
Walau dia bukanlah wanita.
Maka jadilah malam haram yang ku halalkan
Pada serambi masjid bagian depan

Annuqayah, 2019

 

 

 

 

Penulis: Al Biakra, adalah akronim dari Bisma Akbar Rabsanjani alumni Ponpes Parama’an, sekarang kalian bisa menemuinya di bangku kelas XI Agama MA1 Annuqayah. Dia seorang aktifis IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dan KOMPAS (Komonitas Menulis Pasra).