Connect with us

Politik

Anies-Sandi Siap Dimenangkan 30000 Duta, Ini Janji Anies untuk Kawasan Kumuh

Published

on

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno/Foto by elaenews.com
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno/Foto by elaenews.com

NUSANTARANEWS.CO – Pasangan bakal calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan – Sandiaga Uno usungan partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) siap dimenangkan oleh 30.000 Duta di seluruh RW dan 2.700 lebih Duta Ambasador di RT seluruh wilayah Jakarta pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Sandiaga Unu memaparkan fungsi Duta Besar Anies-Sandi ini diluar peran juru kampanye semata, melainkan sebagai penyeru demokrasi yang sejuk. Menurut dia kampanye merupakan festival gagasan untuk Indonesia yang lebih maju. Karenanya Duta Ambasador diangkat dari semua kalangan.

“Dari orang yang tidak pernah terdengar menjadi terdengar dan yang tidak pernah terlihat menjadi terlihat. Kami mendengarkan aspirasi warga yang dapat disuarakan lewat artis atau pekerja seni. Para artis itu juga bagian dari warga Jakarta dan menerima kepada mereka yang ingin bergabung,” terang Sandiaga Uno di Jakarta, Jumat (7/10).

Terpisah, Anies Baswedan dihadapan para warga membicarakan soal kawasan kumuh di kawasan Jakarta. Menurutnya, sudah banyak contoh penataan kawasan kumuh di luar negeri yang bisa dicontoh dan diterapkan di Jakarta.

“Kawasan kumuh tidak hanya ada di Indonesia. Kota-kota besar dunia juga ada kawasan kumuh. Sudah banyak terobosan yang dilakukan di sana dalam menata kawasan kumuh,” kata Anies.

Penataan kawasan kumuh di kota-kota besar dunia, lanjut Anies, bukan sekadar memindahkan warga, melainkan mengubah lingkungan tersebut menjadi kampung-kampung yang nyaman untuk ditinggali. Kemndati demikian, mawas diri, Anies menyatakan bahwa penataan kawasan kumuh bukan persoalan yang sederhana.
Artinya, dia tidak ingin menyederhanakan persoalan, tetapi juga tidak ingin mendiamkan. “Karena itu saya berkomitmen untuk menata lingkungan yang dianggap kumuh. Ada caranya. Gubernur harus bisa mencari solusi yang adil, kemudian membuat aturan dengan mengedepankan prinsip keadilan,” tutur Anis mengakhiri. (Riskiana/Red-02)

Baca Juga:  Denny JA Sebut "Kalahkan Ahok" Cara Melanjutkan Tradisi Good Governance

Loading...

Terpopuler