Mantan Kapolda Jawa Barat (Jabar) Inspektur Jenderal Anton Charliyan. (Foto: Inibiodata)
Mantan Kapolda Jawa Barat (Jabar) Inspektur Jenderal Anton Charliyan. (Foto: Inibiodata)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pertarungan Pilkada 2018 tampaknya akan menjadi pesta demokrasi yang menarik untuk disaksikan dan dicermati. Bagaimana pun, hasil yang tercipta dalam Pilkada mendatang adalah cerminan untuk melihat dengan jelas apa yang akan terjadi pada Pilpres 2019. Singkatnya, hasil Pilpres 2019 mendatang tercermin dari hasil Pilkada 2018 karena kepala daerah yang diusung partai politik merupakan posisi dan jabatan strategis untuk kepentingan pemenangan di daerah.

Hal menarik yang akan tercipta pada Pilkada 2018 adalah tentang keterlibatan sejumlah Jenderal Polisi pensiunan yang mencalonkan diri memperebutkan kursi kepala daerah. Sesuai jadwal KPU RI, pencoblosan Pilkada Serentak 2018 jatuh pada tanggal 27 Juni. Dan ada 171 daerah yang menggelar Pilkada.

BACA JUGA: Indo Police Watch: Akan Ada Banyak Jenderal Polisi Maju Pilkada 2018

Sejauh ini, berdasarkan informasi yang diperoleh redaksi, sudah ada delapan nama Jenderal Polisi yang akan turut serta memperebutkan kursi nomor satu di daerah. Gelagat ini juga sudah tercium oleh Indo Police Watch atau IPW.

Sejumlah Jenderal Polisi saat ini terlihat sudah sibuk ambil ancang ancang untuk mengikuti pilkada serentak 2018, baik untuk gubernur, walikota maupun bupati. Sedikitnya ada delapan jenderal yang sudah melakukan pendekatan ke berbagai pihak untuk bisa masuk dalam bursa bakal calon. Namun sejauh ini para Jenderal Polisi itu belum mendapatkan partai politik sebagai kendaraannya untuk melaju di Pilkada,” kata ketua presidium Indo Police Watch, Neta S Pane, Selasa (17/10).

Memang sudah bukan jadi rahasia lagi para Jenderal Polisi diperkirakan akan maju sebagai calon di pesta demokrasi lokal 2018 mendatang. Mereka tampaknya sangat berambisi untuk menduduki kursi kepemipinan di daerah-daerah karena memang sangat stategis.

Namun begitu, nama-nama para Jenderal Polisi itu memang masih belum terdengar oleh publik. Dan empat di antaranya ialah Inspektur Jenderal Anton Charliyan (Pilgub Jawa Barat), Dankor Brimob, Inspektur Jenderal Murad Ismail (Pilgub Maluku), Inspektur Jenderal Wisjnu Amat Sastro (Pilgub Sumatera Utara) dan Brigadir Jenderal Siswandi (Pilkada Kota Cirebon).

Nama lain yang juga dirumorkan bakal bertarung ialah Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw di Pilgub Papua. Namun, berkali-kali kabar ini dibantah, termasuk bantahan juga dilontarkan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Sementara nama-namanya kita simpan dulu, karena mereka masih lobi-lobi ke partai. Yang sudah beredar di publik Irjen Murad, Irjen Wisnu, Brigjen Siswandi dan lain-lain,” ungkap Neta.

Jika disebutkan jumlahnya ada delapan Jenderal Polisi, berarti setidaknya masih ada tiga nama lagi yang belum muncul ke permukaan.

Soal daerah mana saja para Jenderal Polisi tersebut akan maju sebagai calon, Neta mengatakan pihaknya masih melakukan proses pendataan.

“Lagi kita data secara terperinci mas. Nanti saya kabari,” pungkasnya. (ed)

Editor: Eriec Dieda/NusantaraNews

Komentar